Material Penimbunan Mulai Datang, Warga Mestong Desak Perbaikan Permanen Jalan Rusak KM 36-40

0
IMG-20260708-WA0025

MUARO JAMBI – Upaya perbaikan ruas jalan rusak di KM 36 hingga KM 40, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, mulai menunjukkan perkembangan. Material untuk penimbunan sementara telah didatangkan ke lokasi sebagai langkah awal penanganan kerusakan yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

Kedatangan material disambut positif oleh warga Desa Tanjung Pauh dan Desa Penerokan yang selama ini terdampak langsung akibat kondisi jalan yang berlubang dan rusak parah. Meski demikian, masyarakat menegaskan bahwa penimbunan hanya merupakan solusi sementara dan bukan penyelesaian jangka panjang.

Warga berharap proses penimbunan segera dilakukan agar kendaraan dapat kembali melintasi ruas jalan tersebut dengan aman. Selama beberapa waktu terakhir, kerusakan jalan telah menghambat aktivitas masyarakat, distribusi barang, hingga kegiatan ekonomi di kawasan tersebut.

Selain itu, kondisi jalan yang dipenuhi lubang dan debu juga dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan. Persoalan tersebut bahkan sempat memicu aksi penghentian kendaraan oleh sejumlah sopir truk batu bara yang memilih menghentikan operasional demi alasan keselamatan.

“Alhamdulillah material sudah mulai berdatangan. Semoga jalan bisa segera ditimbun dan diperbolehkan lewat lagi. Tapi kami berharap setelah ini ada solusi permanen, seperti pengecoran atau pengaspalan, agar jalan benar-benar bagus dan warga juga nyaman,” ujar salah seorang warga.

Menurut warga, hingga saat ini proses penimbunan belum dimulai karena material masih dikumpulkan di titik yang telah disepakati bersama.

Warga Harapkan Solusi Jangka Panjang

Masyarakat berharap pemerintah bersama perusahaan-perusahaan yang memanfaatkan ruas jalan tersebut dapat segera merealisasikan perbaikan permanen melalui pengecoran beton maupun pengaspalan.

Mereka menilai penanganan permanen sangat penting agar kerusakan yang terus berulang tidak kembali mengganggu mobilitas masyarakat maupun aktivitas perekonomian di wilayah Mestong.

Warga juga berharap adanya komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan untuk menyelesaikan persoalan infrastruktur tersebut secara menyeluruh, sehingga konflik terkait penggunaan jalan dan aktivitas angkutan batu bara tidak terus berulang.

Dengan perbaikan yang berkelanjutan, masyarakat optimistis akses transportasi akan kembali lancar, keselamatan pengguna jalan lebih terjamin, serta roda perekonomian di Kabupaten Muaro Jambi dapat berjalan lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *