Fantastis! Panen Ikan Tapah di Kapuas Hulu Hampir 6 Ton, Setiap KK Kebagian Lebih dari 100 Kilogram

0
1793620457352-1

KAPUAS HULU, KALIMANTAN BARAT – Kabar menggembirakan datang dari masyarakat Nanga Sebilit, Desa Bakong Permai, Kecamatan Bunut Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Warga berhasil memperoleh hasil panen ikan tapah yang mencapai hampir 6 ton dari Sungai Nerian pada Minggu (1/11/2026).

Panen ikan tapah tersebut menjadi perhatian karena jumlah tangkapannya mencapai 472 ekor. Bahkan, salah satu ikan tapah yang berhasil ditangkap memiliki bobot hingga 86 kilogram.

Hasil panen kali ini terbilang meningkat tajam dibandingkan bulan sebelumnya. Jika pada panen terdahulu warga hanya memperoleh sekitar 1,3 ton, kali ini jumlahnya melonjak hingga hampir 6 ton.

Salah seorang warga setempat, Muhammad atau akrab disapa Uju Muhammad, mengatakan bahwa tradisi panen ikan tapah di Sungai Nerian merupakan kegiatan yang biasanya berlangsung setiap tahun, terutama pada periode Oktober hingga Desember.

Tradisi tersebut menjadi momen yang dinantikan masyarakat karena memberikan hasil tangkapan yang dapat dinikmati bersama.

Menariknya, hasil panen yang melimpah tidak hanya dinikmati oleh sebagian warga. Berdasarkan kesepakatan bersama, hasil tangkapan dibagikan kepada masyarakat setempat secara merata.

Setiap kepala keluarga (KK) bahkan mendapatkan bagian lebih dari 100 kilogram ikan tapah.

Pembagian hasil panen tersebut memperlihatkan kuatnya semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat dalam menjaga tradisi yang telah berlangsung di lingkungan mereka.

Selain memberikan manfaat langsung bagi kebutuhan pangan masyarakat, panen ikan tapah juga menjadi gambaran potensi sumber daya perikanan air tawar yang dimiliki Kabupaten Kapuas Hulu.

Sungai Nerian sebagai habitat ikan tapah memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat sekitar. Karena itu, kelestarian sungai dan ekosistem perairannya perlu terus dijaga agar populasi ikan tetap terpelihara dan tradisi panen dapat berlangsung pada tahun-tahun mendatang.

Panen hampir 6 ton ikan tapah ini bukan sekadar kabar tentang melimpahnya hasil tangkapan. Lebih dari itu, peristiwa tersebut menjadi cerita tentang keberkahan alam, kebersamaan warga, serta pentingnya menjaga kekayaan perairan Indonesia.

Kekayaan alam yang dijaga bersama dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan generasi berikutnya.

(Admin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *