BNPB Catat Longsor, Karhutla, dan Gempa M 5,4 di Sejumlah Daerah, Masyarakat Diimbau Waspada Kekeringan
JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam periode Minggu (12/7/2026) hingga Senin (13/7/2026) pukul 07.00 WIB. Bencana yang didominasi faktor hidrometeorologi dan geologi tersebut meliputi tanah longsor, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,4 di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.
Berdasarkan laporan BNPB, salah satu bencana yang terjadi adalah tanah longsor di Desa Tambak Anyar Ilir, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, pada Sabtu (11/7/2026) sekitar pukul 17.32 WITA.
Peristiwa tersebut mengakibatkan sedikitnya 20 warga terdampak dan lima unit rumah mengalami kerusakan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama tim gabungan telah melakukan penanganan darurat serta pendataan kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak.
Selain longsor, BNPB juga mencatat sejumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan di beberapa provinsi yang mulai memasuki musim kemarau.
Di Kota Lhokseumawe, Aceh, karhutla terjadi di Gampong Padang Sakti, Kecamatan Muara Satu, dengan luas lahan terbakar mencapai sekitar 1 hektare. Api berhasil dipadamkan pada Minggu malam.
Sementara itu, di Kabupaten Aceh Tengah, kebakaran lahan melanda Gampong Mengaya, Kecamatan Bintang, dengan luas area terbakar sekitar 1,5 hektare. Petugas memastikan api telah berhasil dipadamkan.
Karhutla juga terjadi di Desa Ciherang, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Sedikitnya 3 hektare lahan dilaporkan terbakar sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh BPBD bersama tim gabungan.
BNPB mengingatkan bahwa meningkatnya suhu udara dan berkurangnya curah hujan di sejumlah wilayah berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
Di sisi lain, bencana geologi juga terjadi ketika gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,4 mengguncang Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, pada Minggu (12/7/2026) pukul 20.46 WIB.
Menurut informasi resmi, gempa berpusat di laut dengan kedalaman sekitar 10 kilometer dan tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Meski demikian, guncangan yang cukup kuat mengakibatkan satu korban meninggal dunia.
Korban diketahui merupakan seorang pasien di RSUD Mokoyurli yang mengalami syok saat terjadi gempa. Hingga Senin pagi, kondisi di wilayah terdampak dilaporkan telah kembali aman dan kondusif, sementara sebagian besar masyarakat telah kembali beraktivitas.
Menyikapi berbagai kejadian tersebut, BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana, terutama kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan yang diperkirakan meningkat selama musim kemarau.
BNPB mengajak masyarakat menggunakan air secara bijaksana serta memanfaatkan peluang hujan untuk menampung cadangan air sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kekeringan berkepanjangan.
Selain itu, pemerintah daerah bersama masyarakat diminta memperkuat upaya pencegahan karhutla melalui patroli rutin, pengawasan kawasan rawan kebakaran, serta meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan.
BNPB menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, aparat, relawan, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko bencana serta melindungi keselamatan warga di tengah meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi kering di berbagai daerah Indonesia.
