Rizkan Al Mubarok: Pangkostrad Ikut TNI Run, Pesan TNI Kuat Bersama Rakyat Terlihat Nyata

0
1789964464420

JAKARTA — Kehadiran Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letnan Jenderal TNI Mohammad Fadjar dalam TNI Run 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, mendapat perhatian Ketua Dewan Perwakilan AWNI Sumatera Raya, Rizkan Al Mubarok.

Menurut Rizkan, keikutsertaan pimpinan TNI bersama ribuan masyarakat dalam kegiatan olahraga tersebut memiliki makna lebih luas daripada sekadar perlombaan lari.

Saya melihat TNI Run bukan hanya sebagai kegiatan olahraga. Ada pesan sosial yang sangat kuat ketika pimpinan TNI, prajurit dan rakyat berada di ruang yang sama, berolahraga bersama, tanpa sekat dan dalam suasana yang sehat serta positif,” ujar Rizkan.

TNI Run 2026 digelar di kawasan Monas pada Minggu (20/9/2026) sebagai bagian dari rangkaian HUT ke-81 TNI. Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto melepas peserta kategori 5K dan 10K, sementara jumlah peserta mencapai 15.965 orang. Panglima TNI juga turut berlari bersama prajurit dan masyarakat.

Bagi Rizkan, kehadiran Pangkostrad Letjen Mohammad Fadjar dalam kegiatan tersebut memperlihatkan sisi humanis dari institusi TNI.

Prajurit memang disiapkan untuk menghadapi tugas pertahanan yang berat. Tetapi ketika seorang pimpinan TNI turun langsung berolahraga bersama masyarakat, rakyat juga melihat bahwa di balik seragam dan tanggung jawab besar itu ada manusia yang dekat dengan rakyat,” katanya.

TNI Kuat Bukan Berarti Berjarak dengan Rakyat

Rizkan mengatakan kekuatan pertahanan negara tidak hanya dibangun melalui alutsista, teknologi dan kemampuan militer, tetapi juga melalui hubungan yang baik antara TNI dan masyarakat.

Menurutnya, kedekatan tersebut penting karena rakyat merupakan bagian dari kekuatan nasional.

TNI kuat bukan berarti TNI harus berjarak dengan rakyat. Justru kekuatan institusi pertahanan akan semakin bermakna ketika rakyat merasa dekat, dihormati dan dilibatkan dalam kehidupan kebangsaan,” ujar Rizkan.

Ia menilai TNI Run menjadi contoh bahwa komunikasi antara institusi negara dan masyarakat dapat dilakukan melalui kegiatan yang sederhana, terbuka dan positif.

Kegiatan tersebut mempertemukan prajurit TNI, Polri dan masyarakat dalam suasana olahraga. Pemerintah juga menyebut TNI Run sebagai momentum mempererat kebersamaan sekaligus mendorong pola hidup sehat.

Dari Monas, Pesan Persatuan Bisa Dibaca Rakyat

Rizkan juga menyoroti suasana Monas yang dipadati ribuan peserta.

Menurutnya, ketika masyarakat dari berbagai latar belakang berkumpul dalam satu kegiatan nasional, olahraga dapat menjadi medium memperkuat persatuan.

Di tengah banyaknya perbedaan, kita membutuhkan ruang-ruang yang mempertemukan rakyat. Tidak selalu harus melalui forum politik. Kadang-kadang kita bisa membangun persatuan melalui olahraga, kebudayaan, kegiatan sosial dan interaksi langsung antara negara dengan masyarakat,” katanya.

Ia menilai momentum HUT ke-81 TNI dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat kesadaran bahwa pertahanan negara merupakan tanggung jawab bersama.

TNI menjaga negara, rakyat mendukung negara, dan pers mengawal informasi kepada rakyat. Masing-masing mempunyai peran. Yang paling penting adalah semuanya bermuara pada kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia,” ujar Rizkan.

Pers Harus Menangkap Pesan Positifnya

Sebagai pimpinan organisasi pers, Rizkan mengatakan media juga memiliki tanggung jawab untuk melihat kegiatan TNI secara proporsional.

Menurutnya, pemberitaan mengenai TNI tidak seharusnya hanya berfokus pada alutsista, operasi maupun persoalan pertahanan, tetapi juga dapat mengangkat kegiatan yang memperlihatkan interaksi sosial antara prajurit dan masyarakat.

Pers harus memberitakan TNI secara utuh. Kalau ada persoalan, tentu harus diberitakan berdasarkan fakta. Tetapi ketika ada kegiatan yang membangun kedekatan TNI dengan rakyat, itu juga penting disampaikan kepada publik,” katanya.

Rizkan menilai pendekatan tersebut dapat membantu masyarakat memahami bahwa hubungan TNI dan rakyat memiliki dimensi yang luas.

TNI Run 2026 sendiri berlangsung bersamaan dengan rangkaian TNI Fair 2026 di Monas. Kemhan menyebut tingginya partisipasi dalam TNI Run turut mencatatkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).

“Rakyat Harus Merasakan Kehadiran Negara”

Rizkan menegaskan bahwa kedekatan TNI dengan rakyat pada akhirnya harus diterjemahkan dalam pengabdian nyata.

Rakyat tidak hanya membutuhkan negara yang kuat secara militer. Rakyat juga membutuhkan negara yang hadir ketika mereka membutuhkan perlindungan, pelayanan dan kepastian. Karena itu, semangat TNI bersama rakyat harus terus dijaga dalam bentuk pengabdian yang nyata,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan seperti TNI Run dapat terus dikembangkan sebagai ruang interaksi publik yang sehat, terbuka dan melibatkan masyarakat luas.

Saya mengapresiasi semangat kebersamaan yang terlihat di TNI Run 2026. Dari sini kita belajar bahwa membangun bangsa tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Kebersamaan, kesehatan, disiplin dan persatuan juga merupakan bagian dari kekuatan Indonesia,” tutur Rizkan.

Rizkan kemudian menyampaikan bahwa semangat HUT ke-81 TNI seharusnya menjadi momentum untuk semakin memperkuat hubungan antara prajurit dan masyarakat.

TNI kuat bersama rakyat. Rakyat kuat bersama negara. Kalau hubungan itu dijaga dengan baik, persatuan Indonesia akan semakin kokoh. Mimpi kita sama: kejayaan dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Rizkan Al Mubarok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *