Bukan Sekadar Rajin Ibadah, Ulama Ingatkan Pentingnya Akhlak dan Tanggung Jawab dalam Memilih Suami

0
1789886523427-1

JAKARTA – Memilih pasangan hidup merupakan keputusan besar yang tidak hanya berkaitan dengan kecocokan pribadi, tetapi juga menyangkut agama, akhlak, tanggung jawab dan kemampuan menjalankan kewajiban dalam rumah tangga.

Dalam sejumlah kajian keislaman, para ulama menekankan bahwa calon pasangan tidak semestinya dinilai hanya dari penampilan atau seberapa banyak ibadah yang terlihat secara lahiriah. Akhlak dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.

Nasihat tersebut menjadi relevan ketika membahas sifat bakhil atau terlalu pelit dalam kehidupan rumah tangga. Sebab, dalam Islam, suami memiliki kewajiban memberikan nafkah kepada istri dan anak-anaknya secara patut sesuai dengan kemampuannya.

Salah satu hadis sahih yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim menceritakan Hindun binti Utbah yang mengadukan Abu Sufyan kepada Rasulullah SAW karena dinilai tidak memberikan nafkah yang mencukupi bagi dirinya dan anak-anaknya.

Rasulullah SAW kemudian memberikan ketentuan agar ia mengambil dari harta suaminya sekadar yang mencukupi kebutuhan dirinya dan anak-anaknya secara patut. Hadis tersebut menjadi salah satu dasar pembahasan mengenai kewajiban nafkah dalam rumah tangga.

Karena itu, sifat dermawan dalam konteks rumah tangga sebaiknya dipahami secara proporsional. Dermawan bukan berarti menghamburkan harta atau hidup boros, melainkan memiliki kepedulian, tidak menahan hak orang yang menjadi tanggungannya, serta bersedia memenuhi kewajiban sesuai kemampuan.

Sebaliknya, sikap hemat dalam mengelola keuangan keluarga tidak dapat begitu saja disamakan dengan sifat bakhil. Perbedaan tersebut penting agar nasihat mengenai pasangan tidak dipahami secara berlebihan.

Dalam kajian NU Online mengenai kriteria memilih pasangan, agama dan akhlak disebut sebagai aspek penting dalam menentukan calon pasangan. Penjelasan tersebut juga mengutip pandangan ulama bahwa calon suami maupun calon istri sebaiknya memiliki agama dan akhlak yang baik.

Wakil Rais Aam PBNU, KH Afifuddin Muhajir, juga pernah menekankan pentingnya ketaatan terhadap agama dan akhlak mulia dalam memilih pasangan. Menurutnya, kedua hal tersebut menjadi modal penting bagi kehidupan rumah tangga yang harmonis.

Nasihat yang kemudian sering beredar di media sosial menyampaikan pesan bahwa seseorang yang rajin shalat malam, berpuasa dan banyak beribadah tetap perlu dilihat akhlaknya sebelum dijadikan pasangan hidup.

Inti pesan tersebut bukan untuk meremehkan ibadah seseorang, melainkan mengingatkan bahwa kualitas seorang calon pasangan tidak cukup dinilai hanya berdasarkan ibadah personal yang terlihat. Bagaimana seseorang memperlakukan pasangan, menjalankan tanggung jawab, mengelola amanah dan memenuhi hak keluarga juga menjadi bagian penting dari kehidupan berumah tangga.

Bagi para orang tua, pertimbangan terhadap calon menantu pun tidak berhenti pada pertanyaan mengenai agama. Karakter, akhlak, tanggung jawab, kemampuan mengelola keuangan, hubungan dengan keluarga dan sikap terhadap pasangan merupakan sejumlah hal yang patut diperhatikan secara matang.

Dengan demikian, memilih pasangan dalam perspektif Islam bukanlah sekadar mencari seseorang yang tampak saleh secara lahiriah. Agama, akhlak dan tanggung jawab perlu berjalan bersama agar kehidupan rumah tangga dapat dibangun di atas penghormatan, kasih sayang dan pemenuhan hak serta kewajiban masing-masing.

Pesan pentingnya adalah bahwa ibadah dan akhlak tidak seharusnya dipertentangkan. Keduanya justru menjadi bagian yang saling melengkapi dalam membangun keluarga.

Catatan: Kutipan panjang tentang “jangan menikahkan anak perempuan dengan pria pelit” yang beredar di media sosial sebaiknya dipahami sebagai nasihat atau potongan ceramah, bukan langsung dinisbatkan sebagai hadis Nabi SAW, kecuali tersedia sumber hadis yang jelas. Adapun hadis sahih mengenai kewajiban nafkah dan kasus Hindun binti Utbah memang tercantum dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *