Mahasiswa Asal Tiongkok Terharu Bertemu Prabowo di 100 Tahun Gontor, Taqiya Apresiasi Persahabatan Indonesia-China
PONOROGO – Momen peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, turut memberikan kesan khusus bagi Ma Wenzhuo, mahasiswa asal Tiongkok yang akrab disapa Taqiya.
Taqiya merupakan mahasiswa asal Tiongkok yang tengah mengikuti program pertukaran pelajar di Universitas Darussalam Gontor. Ia hadir dalam Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor yang berlangsung di kompleks Pondok Pesantren Darussalam Gontor, Ponorogo, Sabtu (19/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Taqiya mengaku merasa bangga sekaligus terhormat karena dapat menjadi bagian dari perayaan satu abad Gontor. Ia juga mendapat kesempatan bertemu langsung dengan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto serta berinteraksi dengan sivitas akademika dan para santri.
“Hari ini saya sangat senang bisa hadir dalam perayaan 100 tahun Pesantren Gontor. Sebagai warga negara Tiongkok, saya merasa sangat terhormat dapat menjadi bagian dari acara yang istimewa ini dan berkesempatan melihat Presiden secara langsung,” ujar Taqiya, sebagaimana diberitakan Media Indonesia dan ANTARA.
Tidak hanya mengungkapkan rasa bangganya menghadiri perayaan satu abad Gontor, Taqiya juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo atas dukungan terhadap pertukaran pelajar dan hubungan persahabatan antara Indonesia dan Tiongkok.
“Saya juga ingin menyampaikan terima kasih kepada Presiden Indonesia yang telah mendorong pertukaran (pelajar) dan persahabatan antara Tiongkok dan Indonesia,” katanya.
Taqiya berharap hubungan Indonesia dan Tiongkok dapat terus berkembang. Ia juga berharap Indonesia semakin makmur dan terus mengalami kemajuan di bawah pemerintahan Presiden Prabowo.
Menurut Taqiya, hubungan internasional yang semakin erat dapat membuka ruang bagi interaksi dan kerja sama ekonomi global yang bersahabat serta saling menguntungkan.
Kehadiran mahasiswa internasional dalam perayaan 100 tahun Gontor juga menjadi bagian dari pengalaman yang berkesan bagi Taqiya. Ia menyampaikan terima kasih kepada Universitas Darussalam Gontor yang telah memberikan kesempatan mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.
Taqiya mengaku senang dapat berkumpul dengan mahasiswa internasional lainnya dalam jamuan makan dan pertunjukan yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan perayaan.
“Saya juga sangat berterima kasih kepada Universitas Darussalam Gontor yang telah memberikan kesempatan ini kepada saya. Saya senang bisa berkumpul bersama para mahasiswa internasional lainnya dalam acara jamuan makan dan pertunjukan. Terima kasih banyak,” ujarnya.
Sementara itu, Presiden Prabowo memang menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Balai Pertemuan Pondok Modern, Gontor Putra Kampus Pusat, Kabupaten Ponorogo, pada Sabtu (19/9/2026).
Menurut keterangan resmi Sekretariat Presiden, acara tersebut menjadi momentum peringatan perjalanan satu abad Gontor sekaligus refleksi untuk memasuki abad kedua pengabdian lembaga pendidikan tersebut. Resepsi dihadiri ribuan tamu dari berbagai unsur, termasuk pejabat negara, duta besar negara sahabat, pimpinan TNI dan Polri, kepala daerah, akademisi, alumni, serta keluarga besar PMDG.
Dalam rangkaian acara tersebut, Presiden Prabowo juga menandatangani prasasti peresmian renovasi Aula Balai Pertemuan Pondok Modern dan Fakultas Kedokteran Universitas Darussalam Gontor.
Kehadiran Taqiya bersama mahasiswa internasional lainnya memperlihatkan bahwa peringatan satu abad Gontor tidak hanya menjadi momentum bagi keluarga besar pesantren, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan lintas negara dan budaya.
Bagi Taqiya, kesempatan hadir langsung di Gontor, bertemu Presiden Prabowo, berinteraksi dengan santri serta mahasiswa internasional, dan mengikuti rangkaian perayaan satu abad menjadi pengalaman yang tidak terlupakan.
Apresiasinya terhadap pertukaran pelajar dan hubungan persahabatan Indonesia-Tiongkok juga menambah warna dalam momentum satu abad perjalanan Pondok Modern Darussalam Gontor tersebut.
