Jadi Mualaf dan Langsung Umrah, Profil Kathellen Sousa Bek Al-Nassr FC yang Dapat Hidayah Jelang Ramadan 2026
RIYADH — Kabar mengenai Kathellen Sousa Feitoza, yang dikenal sebagai Kathleen Souza, mencuri perhatian publik setelah bek tim wanita Al-Nassr FC tersebut dikabarkan memeluk Islam menjelang bulan suci Ramadan 2026.
Pemain asal Brasil itu disebut mengucapkan dua kalimat syahadat pada Februari 2026. Momen tersebut disambut penuh suka cita oleh rekan-rekan setimnya di Al-Nassr FC Women.
Dalam sejumlah unggahan yang beredar, rekan-rekan setim Kathleen memberikan buket bunga, balon putih, serta ucapan “Welcome to Islam, Kath” untuk menyambut keputusan spiritual tersebut.
Tidak lama setelah menjadi mualaf, Kathleen juga menunaikan ibadah umrah pertamanya ke Tanah Suci Makkah. Kesempatan tersebut menjadi pengalaman spiritual penting bagi pemain yang kini berkarier di Arab Saudi.
Profil Kathellen Sousa
Kathellen Sousa Feitoza lahir di São Vicente, São Paulo, Brasil, pada 26 April 1996. Ia berposisi sebagai bek tengah dan dikenal sebagai salah satu pemain berpengalaman dalam sepak bola wanita Brasil.
Sebelum berkarier di Arab Saudi, Kathleen menjalani perjalanan panjang di dunia sepak bola internasional. Ia sempat mengembangkan kemampuan sepak bolanya di Amerika Serikat sebelum melanjutkan karier ke Eropa.
Dalam perjalanan profesionalnya, Kathleen pernah memperkuat sejumlah klub, termasuk Girondins de Bordeaux, Inter Milan, dan Real Madrid.
Pada Agustus 2024, Kathleen kemudian bergabung dengan Al-Nassr FC Women di Arab Saudi. Pengalaman serta kualitas kepemimpinannya membuat ia dipercaya menjadi salah satu figur penting di lini belakang sekaligus mengemban ban kapten tim.
Di level internasional, Kathleen juga pernah memperkuat Tim Nasional Wanita Brasil dan menjadi bagian dari perjalanan tim Samba di kompetisi internasional, termasuk Piala Dunia Wanita FIFA.
Menemukan Jalan Spiritual
Keputusan Kathleen memeluk Islam menjadi bagian baru dalam perjalanan hidupnya.
Melalui unggahan klub dan akun pribadinya pada Februari 2026, ia menyampaikan rasa syukur atas keputusan tersebut dan menggambarkannya sebagai bagian dari proses pencarian makna serta perubahan dalam kehidupannya.
“Saya datang ke sini untuk mencoba menemukan jalan yang tepat dan menjadi orang terbaik yang saya bisa,” demikian ungkapan Kathleen yang dibagikan dalam momen tersebut.
Bagi Kathleen, keputusan tersebut bukan sekadar perubahan keyakinan, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan pribadi untuk menemukan ketenangan, makna kehidupan, serta menjadi pribadi yang lebih baik.
Setelah mengucapkan syahadat, ia kemudian memanfaatkan kesempatan berada di Arab Saudi untuk memperdalam pengalaman spiritualnya dengan menjalankan ibadah umrah bersama sejumlah rekan satu tim.
Kisah Kathleen pun menjadi perhatian karena perjalanan spiritualnya berlangsung ketika ia sedang menjalani karier profesional di Arab Saudi, negara yang menjadi salah satu pusat penting kehidupan Islam dunia.
Kisah tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa perjalanan menemukan keyakinan dan makna hidup merupakan pengalaman personal setiap manusia yang patut dihormati.
Artikel ini disajikan sebagai informasi, motivasi, dan inspirasi. Apabila terdapat informasi yang perlu dikoreksi berdasarkan sumber yang lebih akurat, perbaikan akan dilakukan.
