Menkop Buka Pelatihan 29.830 Calon Manajer KDKMP, Siapkan Penggerak Ekonomi Desa Mulai Agustus 2026

0
IMG-20260719-WA0012

JAKARTA – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono secara resmi membuka program Pelatihan dan Sertifikasi Calon Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) secara serentak di seluruh Indonesia, Jumat (17/7/2026). Pembukaan pelatihan dipusatkan di Pusat Pendidikan Artileri Medan (Pusdik Armed), Cimahi, Jawa Barat, sebagai langkah strategis pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia profesional untuk mengelola koperasi desa.

Sebanyak 29.830 calon manajer mengikuti pelatihan yang akan berlangsung selama 13 hari. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kelembagaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

Dalam sambutannya, Menkop Ferry Juliantono menyampaikan bahwa sekitar 60 persen peserta pelatihan merupakan perempuan. Menurutnya, keberhasilan operasional KDKMP sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang akan memimpin dan mengelola koperasi di lapangan.

Ferry menegaskan pelatihan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga membentuk karakter kepemimpinan, kedisiplinan, integritas, kemampuan komunikasi, serta semangat kolaborasi. Seluruh materi disusun untuk mempersiapkan manajer koperasi yang profesional, adaptif, dan mampu menjalankan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 dalam membangun ekonomi kerakyatan.

Pelatihan dilaksanakan mulai 17 hingga 29 Juli 2026 dengan total 90 jam pelajaran, sementara penutupan dijadwalkan pada 31 Juli 2026. Program ini merupakan tahapan lanjutan setelah para peserta sebelumnya mengikuti pendidikan karakter dan bela negara yang difasilitasi Kementerian Pertahanan.

Materi yang diberikan meliputi tata kelola koperasi, manajemen keuangan, digitalisasi usaha, kewirausahaan, pengembangan soft skill, hingga kepemimpinan organisasi. Selain itu, peserta juga menjalani pemetaan potensi melalui metode Talent DNA guna memperkuat kapasitas kepemimpinan dan integritas dalam mengelola koperasi.

Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi, Destry Anna Sari, menjelaskan bahwa setelah menyelesaikan pelatihan ini, seluruh peserta akan mengikuti tahap sertifikasi kompetensi yang mengacu pada standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sertifikasi tersebut diharapkan menjadi jaminan profesionalisme para manajer KDKMP.

Pemerintah menargetkan sekitar 35.000 bangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih beserta gudang, gerai, apotek desa, fasilitas logistik, dan layanan pendukung lainnya mulai beroperasi pada Agustus 2026. Para manajer yang telah lulus pelatihan akan ditempatkan secara bertahap mulai pekan pertama Agustus dengan mengutamakan penugasan di desa asal masing-masing.

KDKMP diproyeksikan menjadi pusat aktivitas ekonomi desa yang mengintegrasikan berbagai layanan, mulai dari distribusi barang bersubsidi, simpan pinjam, pengembangan UMKM, hingga penyediaan logistik dan penyimpanan hasil pertanian melalui fasilitas cold storage.

Melalui pelatihan nasional ini, pemerintah berharap setiap manajer KDKMP memiliki kompetensi, integritas, dan profesionalisme tinggi sehingga mampu mengelola koperasi secara sehat, transparan, dan berkelanjutan. Kehadiran KDKMP diharapkan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi desa sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui sistem koperasi modern yang berbasis gotong royong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *