PON XXII 2028 Digelar di NTT, NTB, dan Jakarta, Usung Konsep Efisien Tanpa Bangun Venue Baru

0
IMG-20260719-WA0011

JAKARTA – Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 akan menghadirkan format baru dalam sejarah penyelenggaraan olahraga nasional. Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) ditetapkan sebagai tuan rumah utama, sementara DKI Jakarta akan berperan sebagai daerah penyangga untuk sejumlah cabang olahraga yang membutuhkan fasilitas berstandar internasional.

Penetapan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan penyelenggaraan PON yang lebih efisien, berkelanjutan, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi pembangunan olahraga maupun perekonomian daerah.

Berbeda dengan pelaksanaan PON sebelumnya, edisi 2028 mengusung konsep tanpa pembangunan venue olahraga baru. Pemerintah memilih mengoptimalkan fasilitas yang telah tersedia di NTB, NTT, dan Jakarta melalui renovasi serta peningkatan kualitas sarana yang sudah ada. Kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar penyelenggaraan event olahraga nasional tidak meninggalkan aset yang terbengkalai setelah kompetisi berakhir.

Cabang olahraga yang belum memiliki fasilitas memadai di NTB dan NTT akan dipertandingkan di Jakarta yang memiliki berbagai arena bertaraf internasional peninggalan Asian Games 2018. Skema tersebut dinilai mampu menghemat anggaran sekaligus memaksimalkan pemanfaatan infrastruktur olahraga nasional.

Selain mengedepankan efisiensi, PON XXII 2028 juga diarahkan untuk memperkuat pembinaan atlet menuju level internasional. Pemerintah bersama KONI akan memprioritaskan cabang olahraga yang masuk dalam program Olimpiade sehingga proses pembinaan atlet nasional menjadi lebih fokus dan terarah.

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing atlet Indonesia pada berbagai ajang internasional, termasuk Olimpiade Los Angeles 2028. Dengan pembinaan yang lebih terstruktur, prestasi olahraga Indonesia di tingkat dunia diharapkan semakin meningkat.

Penunjukan NTB dan NTT sebagai tuan rumah utama juga memiliki tujuan strategis dalam mempercepat pembangunan kawasan timur Indonesia. Penyelenggaraan PON diproyeksikan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata, usaha mikro, transportasi, perhotelan, hingga ekonomi kreatif.

Pemerintah Provinsi NTT telah menyiapkan anggaran secara bertahap untuk mendukung kesiapan penyelenggaraan PON 2028. Sejumlah arena pertandingan juga direncanakan berada dekat kawasan wisata sehingga mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat lokal.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi NTB terus melakukan berbagai persiapan, termasuk melalui pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) sebagai bagian dari evaluasi kesiapan infrastruktur, sumber daya manusia, dan tata kelola penyelenggaraan.

Pemerintah juga menggandeng berbagai lembaga, termasuk aparat pengawas dan penegak hukum, untuk memastikan seluruh proses perencanaan hingga pelaksanaan berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai prinsip tata kelola yang baik.

PON XXII 2028 diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga terbesar di Indonesia, tetapi juga meninggalkan warisan berupa peningkatan kualitas pembinaan atlet, optimalisasi infrastruktur olahraga, pertumbuhan ekonomi daerah, serta penguatan sektor pariwisata di kawasan timur Indonesia.

Dengan konsep efisiensi, kolaborasi antardaerah, dan fokus pada cabang olahraga Olimpiade, PON XXII 2028 diproyeksikan menjadi model baru penyelenggaraan event olahraga nasional yang lebih modern, hemat anggaran, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *