Dankodiklatad Tekankan Bela Negara di Era Digital kepada 779 Peserta Diklat SPPI

0
IMG-20260709-WA0095

BANDUNG – Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Darat (Dankodiklatad), Letjen TNI Dr. Mohamad Hasan, menegaskan pentingnya penguatan semangat bela negara di era digital saat memberikan ceramah kepada 779 peserta Pendidikan dan Pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).

Ceramah tersebut disampaikan dalam kegiatan Diklat SPPI Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang berlangsung di Pusat Pendidikan Polisi Militer (Pusdikpom) Puspomad, Bandung, Selasa (7/7/2026).

Kegiatan mengangkat tema “Penguatan Nasionalisme, Patriotisme, dan Profesionalisme dalam Membangun Karakter Pemimpin Penggerak Pembangunan Bangsa” serta dihadiri Danpusdik Pengmilum, Dirdik Kodiklatad, Danpusdikpom Puspomad, dan para pejabat terkait.

Dalam paparannya, Letjen TNI Mohamad Hasan menekankan bahwa konsep bela negara saat ini telah berkembang seiring kemajuan teknologi informasi. Ancaman terhadap bangsa tidak lagi terbatas pada serangan fisik, tetapi juga muncul melalui ruang digital dalam bentuk disinformasi, hoaks, manipulasi algoritma, hingga penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Menurutnya, perang kognitif menjadi salah satu tantangan serius yang dapat memengaruhi pola pikir masyarakat, membentuk persepsi publik, bahkan berpotensi mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa apabila tidak diantisipasi dengan baik.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh peserta SPPI untuk memperkuat literasi digital, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila sebagai landasan dalam menghadapi berbagai dinamika di era digital.

Generasi Muda Harus Siap Hadapi Perang Kognitif

Dankodiklatad menilai generasi muda memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan nasional di ruang digital.

Peserta SPPI yang dipersiapkan menjadi penggerak pembangunan di desa dan kelurahan diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan teknis dalam mengelola program pembangunan, tetapi juga mampu menjadi agen edukasi masyarakat dalam menangkal penyebaran hoaks dan informasi yang menyesatkan.

Kemampuan menyaring informasi, memahami perkembangan teknologi, serta menjaga etika dalam bermedia digital dinilai menjadi bekal penting bagi calon pemimpin masa depan.

SPPI Siapkan Penggerak Pembangunan Desa

Program SPPI merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang akan mendukung pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di berbagai wilayah Indonesia.

Peserta berasal dari beragam latar belakang pendidikan dan diproyeksikan menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi berbasis desa melalui penguatan kelembagaan, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan kesejahteraan.

Selain kompetensi teknis, peserta juga dibekali wawasan kebangsaan, kepemimpinan, nasionalisme, serta karakter yang kuat agar mampu menjalankan tugas secara profesional.

Literasi Digital Jadi Pilar Bela Negara

Dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat, penguatan literasi digital dinilai menjadi bagian penting dari implementasi bela negara.

Sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, aparat negara, dan masyarakat diperlukan untuk membangun ekosistem digital yang sehat, aman, dan produktif.

Melalui peningkatan kemampuan berpikir kritis dan penggunaan teknologi secara bijak, generasi muda diharapkan mampu menjadi pelopor penyebaran informasi yang akurat, memperkuat persatuan nasional, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah berbagai tantangan era digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *