PROFESOR JEPANG ATSUSHI KAMAL OKUDA MEMELUK ISLAM SETELAH MEMBACA SATU AYAT AL-QUR’AN, KISAHNYA MENGINSPIRASI DUNIA
Dari Dunia Akademisi Menuju Islam, Perjalanan Spiritual Profesor Jepang Atsushi Kamal Okuda
Jepang – Kisah perjalanan spiritual seorang akademisi asal Jepang, Prof. Dr. Atsushi Kamal Okuda, menjadi salah satu cerita inspiratif tentang pencarian kebenaran dan hidayah Islam.
Atsushi Kamal Okuda dikenal sebagai profesor di Fakultas Manajemen Kebijakan Universitas Keio, Jepang. Namanya dikenal melalui kiprahnya dalam bidang kajian hukum Islam, bahasa Arab, dan studi keislaman.
Perjalanan hidupnya menuju Islam bukanlah sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba. Ketertarikannya terhadap Islam bermula ketika ia mempelajari berbagai sistem hukum, termasuk hukum Islam, dalam perjalanan akademisnya.
Sebelum menjadi seorang Muslim, Okuda mengaku pernah menjalani kehidupan tanpa pemahaman yang jelas mengenai tujuan hidup. Dalam sebuah wawancara yang dipublikasikan Muslim Council of Hong Kong, ia menggambarkan kehidupan sebelumnya sebagai kehidupan yang penuh ketidaktahuan terhadap kebenaran.
Satu Ayat Al-Qur’an yang Membekas dalam Ingatannya
Salah satu pengalaman yang sangat membekas dalam perjalanan spiritualnya adalah ketika membaca Al-Qur’an, khususnya Surah Al-Hijr ayat 26.
Allah SWT berfirman:
“Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk.”
(QS. Al-Hijr: 26)
Ayat tersebut menarik perhatiannya karena menjelaskan penciptaan manusia melalui bahasa yang membuatnya semakin tertarik mendalami Al-Qur’an.
Dari ketertarikan akademis tersebut, pencariannya terhadap Islam semakin mendalam. Ia kemudian menemukan keyakinan yang membawanya memeluk agama Islam.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa perjalanan seseorang menemukan keyakinan dapat dimulai dari berbagai pintu, termasuk ilmu pengetahuan, penelitian, dan perenungan terhadap ayat-ayat Al-Qur’an.
Dari Akademisi Menjadi Pengajar Studi Islam
Setelah mengenal Islam lebih dalam, Okuda juga aktif dalam kegiatan pendidikan dan pengembangan kajian Islam di Jepang.
Catatan resmi Universitas Keio menunjukkan bahwa ia memimpin kegiatan Laboratory of Islamic Studies di lingkungan Keio Research Institute at SFC.
Ia turut mengembangkan berbagai kegiatan akademis yang memperkenalkan dunia Islam kepada masyarakat Jepang, termasuk melalui penelitian, pendidikan, dan hubungan akademis dengan negara-negara Muslim.
Kiprahnya memperlihatkan bahwa kajian Islam dapat diperkenalkan melalui pendekatan pendidikan, dialog, dan penelitian ilmiah.
Hidayah dan Pelajaran dari Perjalanan Hidup
Kisah Prof. Atsushi Kamal Okuda memberikan pesan bahwa pencarian ilmu tidak harus berhenti pada pengetahuan akademis semata.
Bagi umat Islam, kisah ini menjadi pengingat tentang pentingnya membaca, berpikir, merenungkan ciptaan Allah SWT, serta membuka hati terhadap kebenaran.
Hidayah merupakan anugerah Allah SWT. Tidak ada yang mengetahui kapan dan melalui jalan apa seseorang akan menemukan cahaya keimanan.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 185, Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia serta penjelasan mengenai petunjuk dan pembeda antara yang benar dan yang batil.
Kisah akademisi Jepang ini menjadi inspirasi bahwa perjalanan mencari kebenaran dapat membawa seseorang menuju pemahaman hidup yang lebih mendalam.
