“MENTERI DATANG, KAMU MALAH TIDUR!” Dody Hanggodo Murka Lihat 1.000 Hektare Sawah Bekasi Kering 7 Bulan

0
1790558711247

BEKASI — Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo dibuat geram saat melakukan inspeksi mendadak di Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (26/9/2026).

Kemarahan Dody muncul setelah melihat langsung kondisi persawahan yang dilaporkan mengalami kekurangan pasokan air selama sekitar tujuh bulan. Luasan lahan terdampak disebut mencapai sekitar 1.000 hektare.

Yang membuat persoalan semakin menjadi perhatian adalah adanya perbedaan antara laporan yang diterima Kementerian PU dengan kondisi yang ditemukan di lapangan.

Dody sebelumnya menerima laporan dari jajaran terkait melalui sistem pemantauan mengenai kondisi pengairan. Namun, ketika turun langsung ke lokasi, ia menemukan masih terdapat lahan pertanian yang mengalami kekeringan.

“Saya ingin memastikan laporan yang disampaikan teman-teman sumber daya air benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan. Dari laporan, semuanya terlihat baik, tetapi ketika saya turun langsung, ternyata masih ada titik-titik kekeringan,” kata Dody dalam keterangannya.

Di tengah kondisi tersebut, Dody juga menemukan petani harus mengeluarkan uang pribadi untuk membeli pompa dan selang demi mendapatkan air bagi lahan mereka.

Situasi itu membuat Dody langsung menghubungi Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU, Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw, dari lokasi.

Dalam percakapan telepon yang disaksikan sejumlah pihak, nada bicara Dody terdengar tinggi ketika meminta jajaran terkait segera datang ke lokasi dan menangani persoalan tersebut. Sejumlah media melaporkan teguran keras Dody kepada bawahannya saat berada di tengah persawahan.

Kemarahan tersebut kemudian menjadi sorotan karena persoalan yang ditemukan bukan sekadar lahan pertanian yang kekurangan air, tetapi juga menyangkut kesesuaian antara laporan birokrasi dengan kondisi nyata yang dirasakan petani.

Bagi Dody, persoalan tersebut harus segera ditangani karena menyangkut keberlangsungan produksi pertanian dan target ketahanan pangan nasional.

Ia bahkan menyampaikan permintaan maaf kepada salah seorang petani setelah melihat langsung kondisi sawah yang terdampak kekeringan.

Ironisnya, di sekitar wilayah persawahan tersebut terdapat sumber air yang menurut sejumlah laporan masih memiliki ketersediaan air. Karena itu, persoalan distribusi air dan kondisi jaringan irigasi menjadi salah satu hal yang perlu segera dievaluasi.

Pemerintah Kabupaten Bekasi sebelumnya juga telah memberikan perhatian terhadap persoalan pengairan di wilayah Pebayuran. Normalisasi sejumlah saluran irigasi telah dilakukan sebagai bagian dari upaya memperbaiki distribusi air ke lahan pertanian.

Dody kemudian menekankan pentingnya jajaran teknis untuk tidak hanya mengandalkan laporan dari meja kerja, tetapi memastikan langsung kondisi di lapangan.

Persoalan ini menjadi pelajaran penting dalam pengelolaan irigasi. Laporan administratif yang terlihat baik tidak boleh membuat kondisi nyata petani terabaikan.

Bagi petani, keberhasilan program pengairan bukan diukur dari bagusnya laporan, melainkan dari satu hal sederhana: apakah air benar-benar sampai ke sawah mereka.

Kasus Karangharja kini menjadi perhatian karena menyangkut sekitar 1.000 hektare lahan pertanian dan keberlangsungan produksi pangan. Pemerintah dituntut memastikan tindak lanjut di lapangan berjalan cepat sehingga petani tidak kembali harus menanggung sendiri biaya untuk mendapatkan air bagi sawah mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *