Kemhan dan 18th Medical Command AS Bahas Percepatan Eliminasi TB dan Penurunan Stunting di Banten

0
1790560498499

BANTEN — Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) bersama 18th Medical Command U.S. Army menggelar Seminar Kesehatan dalam rangkaian Exercise Trident Resolve (XTR) 2026 di Banten, Kamis (24/9/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kerja sama Indonesia dan Amerika Serikat dalam kapasitas sebagai Co-Chair Experts’ Working Group on Military Medicine (EWG MM) ADMM-Plus. Seminar diarahkan untuk memperkuat kontribusi kerja sama pertahanan terhadap kesehatan dan ketahanan masyarakat.

Seminar membahas sejumlah persoalan kesehatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, khususnya percepatan eliminasi tuberkulosis (TB) serta upaya menurunkan angka stunting pada anak.

Kegiatan melibatkan Kementerian Kesehatan RI, TNI, serta Dinas Kesehatan Provinsi Banten. Pembahasan juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar agenda kesehatan tidak hanya menjadi tanggung jawab fasilitas kesehatan, tetapi turut diperkuat dari tingkat komunitas.

Kasubdit Dukkes Ditkes Ditjen Kuathan Kemhan RI Kolonel Dr. Suswardana menekankan pentingnya keterlibatan berbagai unsur masyarakat, mulai dari Babinsa, kader posyandu, tenaga kesehatan, mahasiswa hingga masyarakat.

Menurut Kemhan, penguatan peran komunitas menjadi salah satu unsur penting dalam membangun masyarakat yang tangguh menghadapi berbagai tantangan kesehatan.

Selain isu kesehatan, seminar juga memberikan ruang khusus bagi keterlibatan generasi muda dan perempuan melalui agenda Youth, Peace and Security (YPS) serta Women, Peace and Security (WPS).

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, pemuda dan perempuan dikukuhkan sebagai “ADMM-Plus Agents of Change”, dengan dorongan untuk mengambil peran aktif dalam lingkungan masing-masing.

Seminar menghadirkan pakar kesehatan militer dan sipil dari TNI, Inggris, Kementerian Kesehatan RI, Amerika Serikat, serta Dinas Kesehatan Provinsi Banten. Para narasumber berbagi pengetahuan dan pengalaman terkait percepatan eliminasi TB, penanganan stunting, serta penguatan partisipasi masyarakat dalam mendukung agenda kesehatan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian besar Exercise Trident Resolve 2026, latihan ADMM-Plus yang berlangsung pada 20–26 September 2026 di sejumlah lokasi di Banten.

Kemhan sebelumnya menyebut XTR 2026 mengintegrasikan tiga Experts’ Working Group ADMM-Plus, yakni Military Medicine, Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR), serta Cyber Security. Latihan tersebut melibatkan sekitar 2.200 personel militer dari 19 negara anggota ADMM-Plus serta berbagai unsur sipil.

Tidak hanya berorientasi pada kesiapan pertahanan, rangkaian XTR 2026 juga mencakup kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat Banten.

Dalam kegiatan pelayanan kesehatan di Posyandu Cenderawasih Site 9, misalnya, tim gabungan dari sejumlah negara memberikan pelayanan kepada balita dan lansia, edukasi kesehatan, penjangkauan medis, serta pelatihan Bantuan Hidup Dasar bagi guru sekolah.

Melalui rangkaian tersebut, kerja sama pertahanan dalam kerangka ADMM-Plus diperluas pada aspek kesehatan masyarakat, ketahanan komunitas, serta peningkatan kapasitas generasi muda dan perempuan.

Bagi Indonesia, agenda tersebut menunjukkan bahwa kerja sama pertahanan internasional tidak hanya diarahkan pada peningkatan interoperabilitas militer, tetapi juga dapat menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat kesiapsiagaan dan ketahanan masyarakat menghadapi tantangan kesehatan maupun bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *