Warga Dusun Tenam Bungo Minta Aktivitas Dompeng Perhatikan Kelestarian Tebing dan Aliran Sungai
BUNGO – Warga Dusun Tenam, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, Jambi, menyampaikan harapan agar aktivitas masyarakat di sekitar aliran sungai tetap memperhatikan kelestarian lingkungan serta keselamatan permukiman warga.
Pesan tersebut disampaikan sebagai bentuk kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi tebing dan vegetasi di sepanjang aliran sungai yang dinilai memiliki peran penting dalam menjaga kawasan permukiman, khususnya ketika memasuki musim hujan.
Warga menegaskan bahwa aspirasi tersebut bukan dimaksudkan untuk mengganggu ataupun menghalangi masyarakat yang bekerja dengan aktivitas mendompeng. Mereka menyadari bahwa aktivitas tersebut berkaitan dengan upaya sebagian warga memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
Namun, masyarakat juga berharap aktivitas di sekitar sungai dilakukan dengan memperhatikan kondisi lingkungan dan tidak menyebabkan hilangnya tebing maupun pohon-pohon yang berfungsi sebagai penyangga di sepanjang aliran sungai.
“Tidak ada di hati kami bertujuan mengganggu atau iri terhadap saudara kito yang kerjanya mendompeng. Namun kami hanya mencegah serta menjaga Dusun kami agar tidak langsung dilanda banjir ketika musim hujan,” demikian pesan yang disampaikan warga.
Kekhawatiran utama warga berkaitan dengan kemungkinan meningkatnya risiko luapan air apabila tebing sungai dan vegetasi di sekitar aliran sungai mengalami kerusakan atau berkurang.
“Jikalau tebing-tebing dan pohon-pohon penyanggah di pinggir aliran sungai sudah tidak ada, maka di musim hujan dengan mudahnya air sungai meluap masuk ke dusun kami,” lanjut warga.
Dusun Tenam sendiri merupakan salah satu wilayah administratif di Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo. Dokumen pemerintah daerah mencatat Tenam sebagai salah satu dari 10 dusun yang berada di Kecamatan Tanah Sepenggal.
Pemerintah Dusun Tenam juga tercatat aktif menjalankan kegiatan pemerintahan dan pengawasan pembangunan desa. Pada Mei 2026, Pemerintah Kecamatan Tanah Sepenggal bersama Pemerintah dan BPD Dusun Tenam melaksanakan monitoring dan evaluasi Dana Desa Semester I Tahun Anggaran 2026.
Dalam konteks lingkungan, warga berharap persoalan tersebut dapat menjadi perhatian bersama. Menjaga kondisi sungai dan kawasan penyangga di sekitarnya dinilai penting agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap dapat berjalan tanpa mengabaikan keselamatan permukiman.
Warga juga mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan komunikasi dan kerja sama. Mereka menegaskan bahwa pesan tersebut bukan bentuk permusuhan terhadap pihak yang bekerja dengan aktivitas mendompeng, melainkan bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan lingkungan dan keamanan masyarakat Dusun Tenam.
“Mohon pengertiannya dan kerjasamanya,” demikian harapan warga.
Aspirasi tersebut menjadi pengingat bahwa pemanfaatan lingkungan di sekitar aliran sungai perlu mempertimbangkan kepentingan ekonomi masyarakat sekaligus aspek keselamatan dan keberlanjutan lingkungan.
Masyarakat berharap persoalan ini dapat dibicarakan secara baik-baik oleh seluruh pihak terkait sehingga tidak menimbulkan konflik di kemudian hari dan kepentingan masyarakat luas tetap terlindungi.
