Viral Usai Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI, Bayu Setiadi Akui Dibayar dan Bukan Mahasiswa Undira

0
1793323995935-1

SOROTAN PUBLIK — Nama Bayu Setiadi alias Dino menjadi sorotan setelah muncul dalam kegiatan Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Setelah ramai diperbincangkan di media sosial, Bayu akhirnya menyampaikan klarifikasi dan mengaku bukan mahasiswa Universitas Dian Nusantara (Undira).

Dalam video klarifikasi yang beredar, Bayu mengungkapkan bahwa dirinya hadir dalam kegiatan tersebut setelah mendapat undangan dari sebuah komunitas. Ia juga mengaku dibayar untuk mengikuti acara itu.

Bayu menjelaskan bahwa almamater Universitas Dian Nusantara yang dikenakannya diberikan oleh pihak lain. Ia mengaku tidak mengetahui asal-usul almamater tersebut ketika menerimanya.

Dalam kesempatan itu, Bayu menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa dirugikan, terutama Universitas Dian Nusantara. Ia juga mengakui kurang teliti dalam menerima pekerjaan yang membuat namanya menjadi perhatian publik.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menggelar kegiatan bertajuk Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Kamis (29/10/2026) pagi.

Acara tersebut dihadiri unsur TNI-Polri, sejumlah elemen masyarakat, serta beberapa figur publik. Di antara tokoh yang hadir adalah Raffi Ahmad, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, serta selebritas Willie Salim.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan membangkitkan semangat generasi muda sekaligus memperkuat persatuan bangsa.

Dalam acara itu, Raffi Ahmad juga mengajak generasi muda untuk melawan penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi di media sosial. Menurut pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, penggunaan media sosial secara bertanggung jawab menjadi salah satu upaya menjaga persatuan di tengah masyarakat.

Di sisi lain, perwakilan organisasi mahasiswa Universitas Dian Nusantara menegaskan bahwa Bayu Setiadi bukan mahasiswa kampus tersebut.

Klarifikasi Bayu kemudian menambah perhatian publik terhadap polemik penggunaan identitas almamater dalam sebuah kegiatan yang membawa nama mahasiswa. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya memeriksa kebenaran identitas dan afiliasi sebelum seseorang ditampilkan atau diperkenalkan sebagai bagian dari institusi tertentu.

Hingga informasi ini disusun, keterangan mengenai pihak yang memberikan almamater dan komunitas yang mengundang Bayu masih perlu diperjelas melalui konfirmasi lebih lanjut agar persoalan tersebut dapat dipahami secara utuh.

Sumber: Unggahan Instagram @bem_undira.

Catatan redaksi: Informasi mengenai pembayaran dan kronologi kehadiran Bayu disampaikan berdasarkan klarifikasi yang disebut beredar di media sosial. Rincian tersebut tetap memerlukan verifikasi lebih lanjut dari pihak-pihak terkait.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *