Usai Mahasiswa Minta MBG Dihentikan, Warga Madura Berencana Geruduk Jakarta Bela Program Prabowo

0
1787551725784-1

BANGKALAN — Ratusan warga Kabupaten Bangkalan, Madura, dikabarkan berencana berangkat ke Jakarta pada 27 Agustus 2026 untuk menyuarakan dukungan terhadap keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Massa yang tergabung dalam Relawan Madura Pengawal Program Presiden Prabowo (RMP4) tersebut menyebut rencana keberangkatan sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah yang mereka nilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Koordinator massa, Ali, mengatakan peserta aksi berasal dari berbagai kalangan masyarakat, mulai dari tukang becak, buruh, sopir, pedagang hingga pekerja informal.

Menurut Ali, mereka memilih menyampaikan dukungan langsung ke Jakarta karena khawatir program MBG dihentikan di tengah munculnya berbagai polemik dan kritik terhadap pelaksanaannya.

“Anak-anak kami butuh MBG,” ujar Ali.

Warga Nilai MBG Membantu Keluarga

Ali menilai keberadaan program MBG telah membantu masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan gizi anak-anak.

Menurutnya, program tersebut juga dapat membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga karena kebutuhan makanan anak sebagian dapat dipenuhi melalui program pemerintah.

Bagi masyarakat berpenghasilan rendah, manfaat tersebut dinilai cukup penting di tengah kebutuhan ekonomi keluarga yang terus meningkat.

Karena itu, kelompok masyarakat yang tergabung dalam RMP4 berharap pemerintah tetap mempertahankan program tersebut dan melakukan perbaikan apabila ditemukan persoalan dalam pelaksanaannya.

Dukung Evaluasi, Bukan Penghentian Program

Meski mendukung keberlanjutan MBG, Ali mengakui masih terdapat sejumlah persoalan dalam pelaksanaan program di lapangan.

Salah satunya berkaitan dengan pengelolaan dapur MBG yang menurutnya di sejumlah tempat masih perlu diperbaiki agar pelayanan kepada penerima manfaat dapat berjalan lebih optimal.

Karena itu, ia mendukung evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola program.

Menurutnya, evaluasi diperlukan untuk memastikan anggaran, distribusi makanan, kualitas menu, hingga pengelolaan dapur berjalan sesuai tujuan awal program.

Dengan demikian, kritik terhadap pelaksanaan MBG tidak harus berujung pada penghentian program. Sebaliknya, persoalan yang ditemukan dapat menjadi bahan perbaikan agar manfaatnya semakin luas.

Polemik MBG Memunculkan Dua Arus Aspirasi

Rencana keberangkatan warga Bangkalan ke Jakarta menambah dinamika perdebatan publik mengenai program Makan Bergizi Gratis.

Di satu sisi, terdapat kelompok masyarakat yang mengkritik pelaksanaan MBG dan meminta pemerintah melakukan perubahan maupun penghentian program.

Di sisi lain, kelompok masyarakat seperti RMP4 justru berencana datang langsung ke ibu kota untuk menyampaikan dukungan agar program tetap berjalan.

Perbedaan aspirasi tersebut menunjukkan bahwa MBG masih menjadi salah satu program pemerintah yang mendapat perhatian besar dari masyarakat.

Bagi warga Bangkalan yang mendukungnya, persoalan dalam pelaksanaan program bukan alasan untuk menghentikan MBG. Mereka menginginkan evaluasi dan pembenahan agar program tersebut dapat terus memberikan manfaat bagi anak-anak dan keluarga yang membutuhkan.

Rencana aksi pada 27 Agustus 2026 nantinya akan menjadi salah satu bentuk penyampaian aspirasi masyarakat yang mendukung keberlanjutan program tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *