Trump Sinyal Akhiri Operasi Militer di Iran, Ketegangan Internasional Masih Tinggi
Washington – Presiden AS, Donald Trump, memberi sinyal bahwa operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran bisa dihentikan dalam 2–3 minggu ke depan.
Pernyataan ini menunjukkan kemungkinan berakhirnya kampanye militer “Operation Epic Fury” meski belum ada perjanjian damai formal dengan Tehran.
Di sisi lain, Iran menegaskan bahwa mereka tidak mencari gencatan senjata, melainkan menginginkan akhir total perang.
Pernyataan ini menegaskan posisi tegas Tehran dalam konflik yang telah memicu perhatian global.
Situasi ini memicu reaksi internasional, termasuk langkah Inggris menambah pasukan dan sistem pertahanan udara di wilayah Timur Tengah.
Eropa juga mendapat sorotan karena Trump mengkritik beberapa negara sekutu yang dianggap tidak mendukung operasi militer secara penuh.
Dampak geopolitik dari ketegangan ini sudah terlihat di pasar energi global, dengan harga minyak dan gas meningkat akibat kekhawatiran gangguan pasokan dari kawasan Teluk Persia.
Para analis menilai meski sinyal dari AS menunjukkan potensi meredanya konflik, ketidakpastian masih tinggi karena posisi Iran yang tidak kompromistis dan pergerakan militer sekutu internasional yang terus berlangsung.
Konflik ini tetap menjadi fokus perhatian dunia, dengan dampak langsung pada keamanan regional, ekonomi energi, dan stabilitas politik internasional.
