TNI Kerahkan 308 Personel Tambahan, Total 1.138 Penyuluh Perkuat Penanganan Karhutla
JAKARTA — Sorotan Publik — Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali mengerahkan personel penyuluh tambahan untuk mendukung penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan.
Sebanyak 308 personel penyuluh diberangkatkan dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Sabtu (29/8/2026). Pengerahan tersebut menjadi bagian dari upaya TNI memperkuat dukungan terhadap pemerintah dalam menangani Karhutla secara terpadu.
Dari total personel yang diberangkatkan, sebanyak 216 personel diterbangkan menuju Pontianak, Kalimantan Barat, sedangkan 92 personel lainnya menuju Balikpapan, Kalimantan Timur.
Total 1.138 Personel Telah Dikerahkan
Dengan tambahan terbaru tersebut, total personel penyuluh TNI yang telah dikerahkan untuk mendukung penanganan Karhutla di wilayah Sumatera dan Kalimantan mencapai 1.138 orang.
Sebelumnya, pada 24 hingga 27 Agustus 2026, TNI telah memberangkatkan 583 personel penyuluh yang terdiri atas 50 Perwira Tinggi (Pati) dan 533 Perwira Menengah (Pamen).
Personel tersebut berasal dari berbagai unsur TNI, meliputi TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, serta Mabes TNI.
Selain itu, sebanyak 248 personel penyuluh tambahan juga telah dikerahkan ke sejumlah wilayah di Sumatera pada Jumat (28/8/2026).
Personel Berasal dari Berbagai Unsur TNI
Sebanyak 308 personel yang diberangkatkan menuju Kalimantan berasal dari Mabes TNI, TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, Sesko TNI, dan Seskoal.
Setelah tiba di wilayah tujuan, para personel akan menjalankan tugas penyuluhan serta membantu memperkuat upaya penanganan Karhutla sesuai wilayah yang telah ditentukan.
Pengerahan lintas unsur tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan dukungan personel di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.
Fokus pada Penyuluhan dan Edukasi Masyarakat
Selain mendukung penanganan di lapangan, personel penyuluh TNI juga memiliki peran dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan Karhutla.
Penyuluhan menjadi salah satu langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan serta mendorong tindakan pencegahan sejak dini.
Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat memperkuat komunikasi dengan masyarakat sekaligus membantu mencegah kebakaran meluas.
Penanganan Karhutla membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya menjaga keselamatan warga, melindungi lingkungan, serta mengendalikan dampak kebakaran hutan dan lahan.
Dengan penambahan 308 personel tersebut, TNI terus memperkuat dukungan di wilayah Sumatera dan Kalimantan melalui pendekatan penyuluhan, edukasi, serta koordinasi dengan unsur terkait dalam menghadapi ancaman Karhutla.
