TNI dan ICRC Perpanjang Nota Kesepahaman Hukum Humaniter Internasional, Teguhkan Kemitraan Strategis
Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama International Committee of the Red Cross (ICRC) meneguhkan kemitraan strategis melalui penandatanganan perpanjangan Nota Kesepahaman dan Pengaturan Pelaksanaan di bidang Hukum Humaniter Internasional (HHI). Penandatanganan yang dirangkaikan dengan pembukaan Seminar HHI Tahun Anggaran 2026 tersebut berlangsung di Aula Mako Akademi TNI, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (23/7/2026).
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari komitmen TNI dalam memperkuat pemahaman dan penerapan prinsip-prinsip kemanusiaan dalam setiap pelaksanaan tugas operasional. Penguatan HHI dinilai penting untuk memastikan setiap operasi militer tetap dilaksanakan dengan memperhatikan ketentuan hukum internasional dan perlindungan terhadap pihak-pihak yang terdampak konflik.
Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Badan Pembinaan Hukum dan Hak Asasi Manusia TNI Laksamana Muda TNI Farid Ma’ruf bersama Kepala Delegasi Regional ICRC untuk Indonesia dan Timor-Leste, Martin de Boer.
Dalam sambutannya, Farid Ma’ruf menegaskan bahwa kerja sama antara TNI dan ICRC terus mengalami perkembangan. Jika sebelumnya lebih banyak berfokus pada kegiatan diseminasi, kini nilai-nilai HHI semakin diintegrasikan ke dalam doktrin operasi, kurikulum pendidikan, latihan, serta pembekalan prapenugasan bagi prajurit TNI.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa pemahaman mengenai hukum humaniter tidak hanya ditempatkan sebagai pengetahuan teoritis, tetapi menjadi bagian dari proses pembinaan dan kesiapan prajurit dalam menjalankan tugas di lapangan.
Seminar HHI 2026 Perkuat Kesiapan Kemanusiaan Prajurit
Seminar HHI Tahun Anggaran 2026 mengangkat tema “Membangun Bersama Kesiapan Kemanusiaan pada Operasi Militer melalui HHI”. Forum tersebut menjadi wadah bagi para peserta untuk memperkuat pemahaman sekaligus mendorong implementasi prinsip-prinsip hukum humaniter dalam pelaksanaan tugas.
Seminar diikuti oleh para perwira TNI dari berbagai matra. Berbagai aspek penerapan HHI menjadi bagian dari pembahasan, termasuk perlindungan terhadap warga sipil, penanganan tawanan perang, serta koordinasi dengan organisasi kemanusiaan dalam situasi konflik.
Pembahasan tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapan personel TNI dalam menghadapi berbagai situasi operasional yang memiliki kompleksitas tinggi. Pemahaman yang baik terhadap hukum humaniter juga menjadi bagian penting dalam menjaga profesionalisme prajurit sekaligus memastikan pelaksanaan tugas tetap berada dalam koridor hukum yang berlaku.
TNI dan ICRC Perkuat Kemitraan Strategis
Perpanjangan Nota Kesepahaman antara TNI dan ICRC menegaskan komitmen kedua pihak untuk terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan memperkuat penerapan prinsip-prinsip kemanusiaan.
Bagi TNI, kerja sama tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan profesionalisme prajurit dalam melaksanakan operasi militer dengan tetap memperhatikan standar hukum humaniter internasional. Sementara bagi ICRC, kemitraan dengan TNI menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman dan penerapan HHI melalui program pendidikan, pelatihan, dan dialog yang berkelanjutan.
ICRC merupakan organisasi kemanusiaan internasional yang bersifat netral dan independen. Organisasi tersebut memiliki mandat untuk mempromosikan penghormatan terhadap hukum humaniter internasional dan memberikan perlindungan serta bantuan kepada korban konflik bersenjata dan situasi kekerasan lainnya.
Di Indonesia, kerja sama antara TNI dan ICRC telah berlangsung selama lebih dari dua dekade melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan. Kemitraan yang berkelanjutan tersebut diharapkan semakin memperkuat pemahaman personel TNI terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan dalam berbagai konteks penugasan.
Perkuat Kapasitas dan Diplomasi Militer
Perpanjangan kerja sama ini juga membuka peluang bagi pengembangan kolaborasi yang lebih luas antara TNI dan ICRC. Selain pendidikan dan pelatihan, kerja sama dapat diperkuat melalui pertukaran informasi, pengembangan kebijakan, serta peningkatan kapasitas pada tingkat operasional.
Dengan penguatan kemitraan tersebut, TNI diharapkan semakin siap menghadapi berbagai tantangan dalam pelaksanaan tugas dengan tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip kemanusiaan dan hukum internasional.
Kerja sama TNI dan ICRC sekaligus menunjukkan pentingnya pendekatan kemanusiaan dalam pelaksanaan operasi militer. Melalui pemahaman HHI yang semakin kuat dan terintegrasi dalam pendidikan, latihan, doktrin, serta pembekalan prapenugasan, nilai-nilai kemanusiaan diharapkan terus menjadi bagian penting dari profesionalisme prajurit TNI.
