TNI AU Gelar Latihan “Sikatan Daya 2026”, Asah Kemampuan SAR dan Evakuasi Medis Udara

0
1780223902878


Sorotan Publik — Komando Daerah TNI Angkatan Udara II terus meningkatkan kesiapsiagaan dan profesionalisme prajurit melalui Latihan Kesiagaan II “Sikatan Daya” Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Base Operations (Baseops) Lanud Sultan Hasanuddin, Selasa (26/5/2026).
Latihan ini difokuskan untuk menguji kemampuan satuan dalam menghadapi berbagai situasi kontingensi kedaruratan pada Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya misi Search and Rescue (SAR) serta Operasi Evakuasi Medis Udara (OEMU).

Simulasi Kecelakaan Pesawat dan Respons Cepat

Dalam skenario latihan, diawali dengan simulasi kecelakaan pesawat yang memerlukan pelaporan berjenjang serta pengerahan kekuatan secara cepat dan terkoordinasi.
Helikopter SAR bersama prajurit Korps Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) diterjunkan untuk melaksanakan operasi pencarian dan penyelamatan korban. Para korban kemudian dievakuasi menuju RSAU dr. Dody Sardjoto sebelum dirujuk ke RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito untuk penanganan lebih lanjut.
Secara paralel, skenario Evakuasi Medis Udara (OEMU) juga dilaksanakan menggunakan pesawat C-130 Hercules dari Skadron Udara 33. Proses meliputi pemindahan korban menggunakan Kontainer Medik Udara, pemuatan ke pesawat, hingga prosedur penerbangan sesuai standar operasi militer.

Tingkatkan Profesionalisme dan Kesiapsiagaan

Latihan “Sikatan Daya 2026” menjadi bagian dari implementasi Doktrin Swa Bhuwana Paksa yang menjadi pedoman utama TNI Angkatan Udara dalam menjalankan tugas pertahanan udara nasional.
Melalui latihan ini, TNI AU menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesiapan, kecepatan respons, serta profesionalisme satuan dalam menghadapi berbagai potensi keadaan darurat, baik dalam operasi militer maupun misi kemanusiaan.

Wujud Kesiapan Operasi Militer Selain Perang

Latihan ini juga menekankan pentingnya koordinasi antar satuan dalam menghadapi skenario nyata di lapangan, khususnya dalam penanganan korban kecelakaan dan evakuasi medis udara yang membutuhkan respon cepat, tepat, dan terintegrasi.
TNI AU menegaskan bahwa peningkatan kemampuan ini merupakan bagian dari upaya menjaga kesiapsiagaan nasional dalam menghadapi berbagai ancaman dan tantangan non-perang yang semakin kompleks.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *