Tere Liye Kritik Keras Sound Horeg: Bukan Budaya, Bukan Seni, hingga Disebut Tak Mendorong Ekonomi

0
1788424726451

JAKARTA — Penulis Tere Liye melontarkan kritik keras terhadap fenomena sound horeg yang belakangan menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Melalui pernyataannya, Tere Liye menolak anggapan bahwa sound horeg merupakan bagian dari budaya maupun seni.

Tere Liye bahkan mengajak masyarakat untuk menolak penyelenggaraan sound horeg di lingkungan tempat tinggal mereka. Kritik tersebut disampaikan dengan bahasa yang sangat tajam dan memancing perdebatan di ruang publik.

Dalam pernyataannya, Tere Liye menyebut orang yang menyukai sound horeg dengan istilah yang merendahkan. Pernyataan tersebut kemudian menjadi bagian yang paling kontroversial karena menyentuh kondisi ekonomi dan selera kelompok masyarakat tertentu.

Tere Liye: Sound Horeg Bukan Budaya

Tere Liye secara tegas mempertanyakan anggapan bahwa sound horeg merupakan bagian dari budaya.

“Sound horeg bukan BUDAYA!” tulis Tere Liye dalam pernyataannya.

Ia berpendapat bahwa penggunaan sound system dengan suara sangat keras tidak dapat secara otomatis dikategorikan sebagai produk kebudayaan.

Tere Liye juga mengkritik perilaku sebagian pelaku maupun penikmat sound horeg yang menurutnya tidak mencerminkan nilai kebudayaan.

Namun, kategorisasi suatu fenomena sebagai budaya merupakan persoalan yang dapat diperdebatkan dari perspektif sosial dan antropologis. Sebuah praktik yang berkembang di masyarakat dapat memperoleh makna budaya melalui proses penerimaan, pewarisan, dan identitas komunitas.

Dipersoalkan sebagai Seni

Tidak hanya budaya, Tere Liye juga menolak penyebutan sound horeg sebagai seni.

Ia mempertanyakan apakah suara dengan volume sangat tinggi dan dentuman bass dapat dikategorikan sebagai karya seni.

“Sound horeg bukan SENI!” demikian salah satu bagian pernyataannya.

Kritik tersebut pada dasarnya menyentuh persoalan selera, estetika, serta fungsi pertunjukan. Di satu sisi, penikmat sound horeg dapat memandangnya sebagai hiburan dan ekspresi komunitas. Di sisi lain, penggunaan suara berlebihan dapat menimbulkan persoalan apabila mengganggu lingkungan maupun masyarakat sekitar.

Dengan demikian, perdebatan mengenai sound horeg tidak hanya menyangkut soal suka atau tidak suka, tetapi juga mengenai batas antara kebebasan berekspresi, hiburan masyarakat, ketertiban umum, dan hak warga untuk memperoleh lingkungan yang nyaman.

Tere Liye Soroti Klaim Dampak Ekonomi

Tere Liye juga mempertanyakan anggapan bahwa kegiatan sound horeg secara otomatis memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.

Ia menyinggung praktik pengumpulan sumbangan di tingkat kampung yang menurutnya justru berpotensi menguntungkan pihak tertentu.

Dalam kritiknya, Tere Liye mempertanyakan siapa yang sebenarnya menikmati uang yang terkumpul ketika masyarakat diminta memberikan sumbangan untuk menggelar acara sound horeg.

Namun, tudingan mengenai adanya keuntungan bagi aparat, elite desa, maupun pihak tertentu dalam penyelenggaraan sound horeg merupakan klaim yang memerlukan bukti spesifik pada masing-masing kasus.

Di sisi lain, kegiatan pertunjukan sound system juga dapat menciptakan aktivitas ekonomi, seperti penyewaan peralatan, jasa teknis, pekerja acara, pedagang makanan, transportasi, dan sektor informal lainnya. Besarnya dampak ekonomi tentu bergantung pada bagaimana kegiatan tersebut diselenggarakan.

Soroti Risiko Minuman Keras dan Dampak Sosial

Tere Liye juga mengaitkan sound horeg dengan potensi munculnya berbagai persoalan sosial, termasuk minuman keras dan tindakan yang dianggap bertentangan dengan norma masyarakat.

Ia meminta masyarakat tidak membiarkan fenomena tersebut berkembang tanpa batas di lingkungan mereka.

“Jaga kampung kalian dari ketularan sound horeg. Jangan pernah izinkan ada ide nanggap sound horeg. LAWAN!” tulisnya.

Seruan tersebut menunjukkan sikap penolakan Tere Liye terhadap fenomena sound horeg secara keseluruhan.

Meski demikian, persoalan mengenai dampak sosial tidak dapat digeneralisasi kepada seluruh kegiatan sound horeg. Setiap acara memiliki penyelenggara, lokasi, aturan, serta karakteristik yang berbeda.

Perdebatan Sound Horeg Makin Terbuka

Pernyataan Tere Liye menambah panjang perdebatan mengenai keberadaan sound horeg di masyarakat.

Bagi sebagian masyarakat, sound horeg dipandang sebagai hiburan dan bagian dari perayaan tertentu. Sementara bagi kelompok lainnya, suara yang sangat keras dianggap mengganggu ketenangan, berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan pendengaran, serta dapat memicu konflik sosial apabila tidak dikendalikan.

Karena itu, perdebatan mengenai fenomena tersebut idealnya tidak berhenti pada persoalan selera ataupun saling merendahkan kelompok masyarakat.

Yang lebih penting adalah memastikan kegiatan hiburan tetap memperhatikan ketertiban umum, keselamatan, kesehatan, aturan mengenai tingkat kebisingan, serta hak masyarakat sekitar.

Kritik Tere Liye terhadap sound horeg pada akhirnya menjadi salah satu suara dalam perdebatan yang lebih luas: sejauh mana sebuah bentuk hiburan dapat berkembang tanpa mengorbankan kenyamanan dan hak masyarakat lainnya.

Terlepas dari kerasnya pilihan kata yang digunakan, substansi persoalan yang diangkat menyentuh isu yang nyata di masyarakat dan layak dibahas secara terbuka dengan mengedepankan data, aturan, serta kepentingan publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *