Tenaga Honorer Radiologi RSUD Dekai Ditikam Dua OTK, Polisi Dalami Dugaan Keterkaitan dengan KKB Yahukimo

0
1792861293738-1

YAHUKIMO, PAPUA PEGUNUNGAN — Seorang tenaga honorer bagian radiologi RSUD Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, berinisial LM (32), menjadi korban penikaman oleh dua orang tak dikenal (OTK) pada Jumat malam, 23 Oktober 2026.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.30 WIT di belakang sebuah kios di kawasan Perumahan Guru SMA Negeri 1 Dekai. Saat kejadian, kondisi di sekitar lokasi dilaporkan minim pencahayaan akibat pemadaman listrik.

Korban mengalami dua luka tusuk, masing-masing di bagian punggung kanan dan perut kiri. Ketika dibawa ke RSUD Dekai untuk mendapatkan pertolongan medis, sebilah senjata tajam yang disebut menyerupai samurai pendek dilaporkan masih tertancap di punggung kanannya.

Korban Mendapatkan Penanganan Medis

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menyampaikan bahwa korban telah mendapatkan penanganan medis di RSUD Dekai.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan, kondisi korban dilaporkan stabil, tetapi masih berada dalam pengawasan tim medis untuk memastikan perkembangan kesehatannya.

Penanganan medis menjadi prioritas setelah korban mengalami luka akibat serangan tersebut. Sementara itu, aparat kepolisian melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas para pelaku dan motif di balik kejadian.

Polisi Amankan Barang Bukti di Lokasi

Dalam proses olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan peristiwa penikaman tersebut.

Barang-barang yang diamankan meliputi satu gagang senjata tajam dan sepasang sandal. Seluruh barang bukti tersebut akan diteliti lebih lanjut untuk membantu penyidik menyusun kronologi dan mengungkap pihak yang bertanggung jawab.

Penyidik juga memeriksa saksi-saksi yang diperkirakan mengetahui kejadian atau memiliki informasi mengenai aktivitas mencurigakan di sekitar lokasi.

Dugaan Keterkaitan dengan KKB Yahukimo Masih Didalami

Aparat keamanan turut mendalami dugaan kemungkinan keterkaitan kedua pelaku dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap XVI Yahukimo yang disebut dipimpin Kopi Tua Heluka.

Namun, dugaan tersebut masih dalam proses penyelidikan dan belum dapat dipastikan. Karena itu, keterlibatan kelompok tertentu tidak dapat dinyatakan sebagai fakta sebelum didukung hasil penyidikan dan bukti yang memadai.

Pemeriksaan terhadap saksi, analisis barang bukti, serta penelusuran informasi di lapangan diharapkan dapat membantu aparat memastikan identitas pelaku dan motif penyerangan.

Aparat Lanjutkan Penyelidikan

Hingga Sabtu, 24 Oktober 2026, Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama Polres Yahukimo dilaporkan masih melakukan pendalaman kasus.

Pengungkapan perkara ini menjadi penting untuk memastikan pelaku dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum sekaligus memberikan kepastian bagi korban dan masyarakat di sekitar lokasi.

Aparat diharapkan menyampaikan perkembangan penyelidikan berdasarkan fakta yang telah terverifikasi, termasuk apabila terdapat bukti baru mengenai motif maupun dugaan keterlibatan pihak lain.

Di sisi lain, keselamatan warga dan tenaga pelayanan publik perlu tetap menjadi perhatian. Penanganan perkara yang profesional, berbasis bukti, dan transparan sangat dibutuhkan agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat tanpa berkembangnya spekulasi.

Catatan redaksi: Artikel ini disusun berdasarkan informasi yang diberikan dengan mencantumkan Kompas sebagai sumber awal. Sebelum diterbitkan, verifikasi kembali kutipan pejabat, kondisi terbaru korban, dan perkembangan penyelidikan melalui sumber resmi kepolisian. Dugaan keterkaitan dengan kelompok bersenjata tetap harus disebut sebagai dugaan selama belum terbukti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *