Sudah Resign Demi Jadi Manajer Kopdes, Kini Puluhan Ribu Peserta Menunggu Kejelasan SK dan Pekerjaan

0
1787483002581-1

JAKARTA — Harapan mendapatkan pekerjaan melalui program Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes/KDMP) kini berubah menjadi kecemasan bagi sejumlah peserta yang telah mengikuti rangkaian seleksi dan pelatihan.

Seorang peserta lulusan pelatihan manajer KDMP menyampaikan keluhan mengenai belum jelasnya status pekerjaan dan penerbitan Surat Keputusan (SK) bagi para peserta.

Menurut keluhan yang disampaikan, sekitar 80 persen dari total 30 ribu manajer disebut belum mendapatkan pekerjaan atau penempatan yang jelas.

Kondisi tersebut menjadi persoalan bagi peserta yang sebelumnya telah mengambil keputusan untuk meninggalkan pekerjaan lama demi mengikuti program KDMP.

Sudah Resign, Tetapi Masih Menunggu Kepastian

Para peserta sebelumnya mengikuti rangkaian pelatihan, termasuk pelatihan Bela Negara pada Juni 2026.

Mereka berharap setelah seluruh tahapan pelatihan selesai, segera ada kejelasan mengenai SK pengangkatan dan penempatan kerja sebagai manajer koperasi.

Namun, hingga kini sebagian peserta disebut masih harus menunggu kepastian.

Situasi tersebut membuat sejumlah peserta berada dalam kondisi sulit. Mereka mengaku harus bertahan selama kurang lebih tiga bulan tanpa penghasilan tetap, sementara kebutuhan keluarga tetap harus dipenuhi.

Bagi peserta yang telah mengundurkan diri dari pekerjaan sebelumnya, ketidakjelasan tersebut menjadi beban tambahan karena keputusan meninggalkan pekerjaan sudah diambil dengan harapan dapat menjalankan tugas melalui program KDMP.

Peserta Tagih Kejelasan SK dan Penempatan

Keluhan yang disampaikan peserta bukan semata-mata mengenai jabatan, tetapi menyangkut kepastian mengenai masa depan pekerjaan dan penghasilan.

Mereka meminta pihak yang bertanggung jawab segera memberikan informasi yang jelas mengenai status SK, mekanisme penempatan serta waktu dimulainya pekerjaan.

Kepastian tersebut dinilai penting agar para peserta dapat menentukan langkah berikutnya dan kembali memiliki sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Yang kami tagihkan bukan sekadar jabatan, tetapi kejelasan nasib,” demikian inti keluhan yang disampaikan peserta.

Para peserta berharap persoalan tersebut segera mendapatkan penyelesaian sehingga mereka tidak terus berada dalam kondisi menunggu tanpa kepastian.

Keputusan Resign Jadi Beban Tambahan

Bagi sebagian peserta, keputusan resign dari pekerjaan sebelumnya merupakan langkah besar yang diambil setelah melihat peluang dari program KDMP.

Mereka telah mengorbankan pekerjaan dan penghasilan sebelumnya dengan harapan memperoleh kesempatan kerja baru melalui program tersebut.

Karena itu, semakin lama kepastian mengenai SK dan penempatan diberikan, semakin berat pula kondisi yang harus mereka hadapi.

Program Koperasi Desa Merah Putih sendiri diharapkan tidak hanya menjadi program pemberdayaan ekonomi masyarakat desa, tetapi juga mampu memberikan kepastian bagi para tenaga yang telah dipersiapkan untuk mengelolanya.

Keluhan peserta ini menjadi perhatian karena menyangkut nasib tenaga yang telah mengikuti tahapan pelatihan dan berharap dapat segera menjalankan tugas.

Hingga berita ini ditulis, informasi mengenai kepastian penerbitan SK dan penempatan seluruh peserta masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak terkait.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *