S&P Global Ratings Pertahankan Peringkat Utang Indonesia BBB, Fundamental Ekonomi Dinilai Tetap Kuat

0
IMG-20260718-WA0011

JAKARTA – Lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings kembali mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk utang jangka panjang dan A-2 untuk utang jangka pendek dengan outlook stabil. Keputusan tersebut mencerminkan keyakinan terhadap ketahanan fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai tetap kuat di tengah dinamika perekonomian global.

Dalam laporan terbarunya, S&P Global Ratings menilai Indonesia didukung oleh prospek pertumbuhan ekonomi yang solid, kebijakan makroekonomi yang prudent, disiplin fiskal, serta tingkat utang pemerintah dan utang eksternal yang relatif rendah dibandingkan sejumlah negara dengan peringkat serupa.

S&P memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 5 persen dalam beberapa tahun ke depan. Untuk tahun 2026, pertumbuhan ekonomi diperkirakan mencapai 5,1 persen, sementara rata-rata pertumbuhan pada periode 2026–2029 diproyeksikan sekitar 4,9 persen.

Kinerja ekonomi Indonesia pada Triwulan I 2026 yang tumbuh sebesar 5,6 persen secara tahunan turut menjadi faktor pendukung afirmasi tersebut. Pertumbuhan itu ditopang oleh meningkatnya belanja pemerintah, percepatan realisasi anggaran, serta konsumsi domestik yang tetap terjaga.

S&P juga menilai komitmen pemerintah dalam menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di bawah batas maksimal 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) menjadi salah satu fondasi utama yang menjaga kredibilitas fiskal Indonesia.

Dari sisi penerimaan negara, lembaga pemeringkat tersebut mencatat adanya pertumbuhan pendapatan negara sebesar 19 persen dalam lima bulan pertama tahun 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut didorong oleh membaiknya administrasi perpajakan, peningkatan penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), serta meningkatnya penerimaan royalti dan dividen dari sektor sumber daya alam.

S&P turut memberikan perhatian terhadap berbagai langkah pemerintah dalam memperkuat tata kelola sektor sumber daya alam, termasuk upaya meningkatkan transparansi, memperbaiki pengelolaan devisa hasil ekspor, serta memperkuat pengawasan terhadap praktik yang berpotensi mengurangi penerimaan negara.

Pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia juga dinilai berpotensi memperkuat pengelolaan sektor komoditas nasional melalui peningkatan tata kelola, optimalisasi penerimaan negara, serta penguatan posisi eksternal Indonesia dalam jangka panjang.

Di sektor keuangan, S&P memandang kondisi sistem perbankan Indonesia tetap berada pada tingkat yang sehat. Risiko fiskal yang berasal dari sektor keuangan dinilai masih terkendali, sementara independensi Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas moneter dan inflasi menjadi salah satu faktor yang mendukung stabilitas ekonomi nasional.

S&P menyatakan peluang peningkatan peringkat kredit Indonesia tetap terbuka apabila pemerintah mampu memperkuat indikator fiskal dan eksternal secara berkelanjutan. Beberapa indikator tersebut meliputi penurunan defisit anggaran menuju kisaran 2 persen PDB, peningkatan penerimaan negara, biaya pembiayaan yang lebih rendah, serta stabilitas nilai tukar.

Afirmasi peringkat BBB dengan outlook stabil menegaskan posisi Indonesia sebagai negara dengan kategori investment grade yang tetap dipercaya oleh investor global. Kepercayaan tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia untuk menjaga stabilitas ekonomi, meningkatkan investasi, memperkuat daya saing nasional, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di tengah tantangan global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *