Sara Duterte Ikuti Demo Dukung Ayah di Den Haag, Akui Aksi Tak Bantu Kasus ICC
DEN HAAG – Wakil Presiden Filipina Sara Duterte mengikuti unjuk rasa yang digelar untuk mendukung ayahnya, mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte, di depan fasilitas penahanan International Criminal Court (ICC) di Den Haag, Belanda, pada Rabu (29/7).
Aksi yang mengusung seruan “Free Duterte Now” tersebut digelar menjelang agenda persidangan kasus yang menjerat Rodrigo Duterte di ICC. Kehadiran Sara Duterte menjadi perhatian karena ia secara terbuka menyampaikan bahwa demonstrasi tersebut kemungkinan tidak memberikan dampak langsung terhadap proses hukum yang sedang berlangsung.
Sara Duterte mengatakan aksi itu dilakukan untuk menyuarakan apa yang diyakini pendukungnya sebagai ketidakadilan terhadap mantan presiden Filipina tersebut. Menurutnya, demonstrasi menjadi sarana untuk menyampaikan kemarahan dan pandangan para pendukung kepada publik internasional.
Namun, Sara juga mengakui bahwa aksi-aksi serupa sebelumnya justru berpotensi menjadi perhatian dalam proses persidangan. Ia menyebut ICC dapat memperhatikan pernyataan yang disampaikan dalam berbagai demonstrasi dan menjadikannya sebagai bagian dari pertimbangan dalam proses hukum.
Dalam kunjungannya ke fasilitas penahanan, Sara Duterte juga disebut telah membicarakan rencana aksi tersebut dengan ayahnya. Ia menyampaikan bahwa tujuan utama demonstrasi bukan untuk memengaruhi proses hukum, melainkan untuk memastikan suara para pendukung Rodrigo Duterte tetap terdengar.
Rodrigo Duterte saat ini menghadapi proses hukum di ICC terkait dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan yang berkaitan dengan kebijakan perang terhadap narkoba selama masa pemerintahannya. Ia ditahan di fasilitas ICC di kompleks penjara Scheveningen setelah dibawa ke Den Haag pada Maret 2025.
Kasus tersebut menjadi salah satu perkara hukum internasional yang paling mendapat perhatian di Filipina. Pendukung Rodrigo Duterte menilai proses hukum terhadap mantan presiden tersebut tidak adil, sementara pihak yang mendukung proses ICC menilai dugaan pelanggaran berat harus dipertanggungjawabkan melalui mekanisme hukum internasional.
Kehadiran Sara Duterte dalam demonstrasi juga memiliki dimensi politik domestik. Sebagai Wakil Presiden Filipina, ia merupakan salah satu tokoh politik paling berpengaruh di negara tersebut. Sikapnya dalam membela ayahnya menunjukkan kuatnya dinamika politik keluarga Duterte di tengah proses hukum internasional yang sedang berlangsung.
Di sisi lain, Sara Duterte sendiri menghadapi persoalan politik di dalam negeri. Ia telah menjadi sasaran proses pemakzulan terkait sejumlah tuduhan yang dibantah oleh pihaknya, termasuk persoalan penggunaan dana rahasia dan tuduhan lainnya.
Situasi tersebut membuat keluarga Duterte berada di bawah sorotan politik dan hukum yang intensif, baik di Filipina maupun di tingkat internasional.
Demonstrasi di Den Haag menunjukkan bahwa dukungan terhadap Rodrigo Duterte masih memiliki basis politik yang kuat. Namun, pengakuan Sara Duterte bahwa aksi tersebut tidak secara langsung membantu proses hukum di ICC memperlihatkan bahwa demonstrasi dan proses peradilan tetap berada dalam ranah yang berbeda.
Pada akhirnya, proses hukum terhadap Rodrigo Duterte akan ditentukan melalui mekanisme peradilan ICC dan bukan melalui tekanan massa maupun aksi politik. Sementara itu, demonstrasi para pendukungnya menjadi bagian dari dinamika politik yang terus berkembang di sekitar kasus tersebut.
