Presiden Meksiko Temui Perwakilan Dagang AS, Negosiasi USMCA Putaran Ketiga Berakhir Tanpa Kesepakatan Final

0
IMG-20260728-WA0027

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menerima Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) Jamieson Greer di Istana Nasional, Mexico City, Kamis (23/7/2026). Pertemuan tersebut menandai berakhirnya putaran ketiga negosiasi untuk meninjau Perjanjian Perdagangan Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (USMCA) yang berlangsung selama tiga hari, sejak 21 hingga 23 Juli 2026.

Menteri Ekonomi Meksiko Marcelo Ebrard turut mendampingi Presiden Sheinbaum dalam pertemuan tersebut. Kedua negara membahas sejumlah isu perdagangan dan ekonomi yang menjadi bagian penting dalam proses peninjauan kembali perjanjian perdagangan Amerika Utara.

Negosiasi Berjalan Konstruktif

Presiden Sheinbaum menyatakan pembicaraan berlangsung konstruktif dan menghasilkan kemajuan dalam sejumlah bidang. Pembahasan mencakup sektor baja, aluminium, ekonomi, ketenagakerjaan, pertanian, hingga jasa pembayaran elektronik.

Pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan bagi kedua negara untuk membahas sejumlah perbedaan yang masih belum terselesaikan. Greer mengapresiasi kepemimpinan Sheinbaum dalam upaya memperkuat hubungan ekonomi antara Meksiko dan Amerika Serikat.

Salah satu perkembangan penting dalam proses negosiasi adalah Meksiko masih dapat mempertahankan akses tarif nol persen untuk sebagian besar ekspornya ke Amerika Serikat yang memenuhi ketentuan asal barang dalam USMCA.

Sheinbaum menyebut sekitar 85 persen ekspor Meksiko yang memenuhi aturan asal-usul USMCA tetap dapat memasuki pasar Amerika Serikat dengan tarif nol persen.

Konten Produk Jadi Batu Sandungan

Meski terdapat kemajuan dalam sejumlah sektor, perbedaan mengenai persyaratan kandungan produk menjadi salah satu persoalan utama dalam negosiasi.

Amerika Serikat mendorong peningkatan kandungan produk asal AS dalam kendaraan yang diproduksi di Meksiko agar dapat memperoleh akses pasar preferensial. Washington menginginkan persentase tertentu dari komponen kendaraan berasal dari Amerika Serikat.

Meksiko menolak tuntutan tersebut dan mempertahankan posisinya agar tidak ada kewajiban kandungan AS yang diterapkan secara khusus. Saat ini, ketentuan USMCA mengatur persyaratan kandungan regional Amerika Utara untuk sejumlah produk, termasuk kendaraan.

Persoalan lain yang turut menjadi perhatian adalah tarif yang diberlakukan Amerika Serikat dengan alasan keamanan nasional berdasarkan Section 232. Meksiko meminta adanya penyesuaian tarif untuk sektor otomotif, baja, dan aluminium sebagai bagian dari upaya mencapai kompromi dalam isu perdagangan lainnya.

Namun, pemerintahan Presiden Donald Trump belum menunjukkan indikasi akan memberikan kelonggaran besar terhadap kebijakan tarif tersebut.

Putaran Keempat Digelar di Washington

Negosiasi putaran keempat USMCA dijadwalkan berlangsung di Washington DC pada September 2026. Pertemuan tersebut akan menjadi kesempatan bagi kedua negara untuk kembali mencari titik temu atas sejumlah persoalan yang masih belum terselesaikan.

Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer sebelumnya berharap dapat mencapai kesepakatan perdagangan sementara pada tahun ini. Sementara itu, sejumlah isu yang lebih kompleks, termasuk aturan kandungan otomotif, ketenagakerjaan, dan standar lingkungan, masih akan menjadi bagian dari pembahasan lanjutan.

Proses peninjauan USMCA berlangsung di tengah meningkatnya ketidakpastian mengenai masa depan perjanjian perdagangan tersebut.

Pada 1 Juli 2026, pemerintahan Trump memilih untuk tidak memperpanjang mekanisme tertentu dalam pelaksanaan USMCA. Keputusan tersebut memicu proses peninjauan dan membuka periode pembahasan lebih panjang mengenai masa depan perjanjian perdagangan Amerika Utara.

Masa Depan Perdagangan Amerika Utara

USMCA merupakan fondasi penting bagi perdagangan antara Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Ketiga negara memiliki rantai pasok yang terintegrasi dalam berbagai sektor, termasuk otomotif, manufaktur, pertanian, dan energi.

Karena itu, hasil negosiasi akan memiliki dampak luas terhadap dunia usaha dan perekonomian kawasan.

Meksiko berkepentingan mempertahankan akses pasar Amerika Serikat yang menjadi tujuan utama ekspornya. Di sisi lain, pemerintahan Trump mendorong kebijakan perdagangan yang lebih protektif dengan tujuan memperkuat industri dan manufaktur domestik Amerika Serikat.

Perbedaan kepentingan tersebut membuat proses negosiasi USMCA menjadi semakin penting. Setiap perubahan aturan perdagangan dapat memengaruhi keputusan investasi, biaya produksi, dan rantai pasok lintas negara.

Pertemuan berikutnya di Washington pada September akan menjadi salah satu momentum penting untuk melihat sejauh mana kedua pihak mampu mempersempit perbedaan.

Dunia usaha di Amerika Utara kini menantikan hasil pembahasan lanjutan dengan harapan bahwa kepentingan ekonomi jangka panjang dapat menjadi dasar tercapainya kesepakatan. Stabilitas hubungan perdagangan Amerika Serikat dan Meksiko menjadi faktor penting untuk menjaga keberlangsungan rantai pasok regional sekaligus memberikan kepastian bagi pelaku usaha di tengah dinamika ekonomi global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *