Prabowo Anugerahi PM Modi Bintang Republik Indonesia Adipurna, Indonesia–India Sepakati 16 Kerja Sama Strategis

0
IMG-20260707-WA0085

JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali menerima kunjungan kenegaraan pemimpin dunia di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7/2026). Kali ini, Perdana Menteri India Narendra Modi melakukan lawatan resmi yang menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan strategis Indonesia dan India.

Kunjungan tersebut menambah deretan kepala negara dan kepala pemerintahan yang diterima Presiden Prabowo dalam beberapa pekan terakhir, setelah Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier, Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko, dan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong. Rangkaian diplomasi tingkat tinggi ini mencerminkan semakin kuatnya posisi Indonesia sebagai mitra strategis yang dipercaya dalam percaturan geopolitik dan ekonomi global.

Sebagai bentuk penghormatan atas kontribusinya dalam mempererat hubungan bilateral, Presiden Prabowo menganugerahkan Bintang Republik Indonesia Adipurna kepada Perdana Menteri Narendra Modi. Penghargaan tersebut merupakan tanda kehormatan sipil tertinggi Republik Indonesia yang diberikan kepada tokoh yang dinilai berjasa dalam memperkuat hubungan persahabatan dengan Indonesia.

Penganugerahan ini juga memiliki makna historis karena sebelumnya penghargaan serupa pernah diterima Perdana Menteri pertama India, Jawaharlal Nehru. Hal tersebut menegaskan eratnya hubungan diplomatik Indonesia dan India yang telah terjalin selama lebih dari tujuh dekade sejak hubungan resmi kedua negara dibuka pada 1951.

Dalam pertemuan bilateral di ruang kerja Presiden, Prabowo dan Modi membahas berbagai langkah konkret untuk memperkuat Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia–India sebagai tindak lanjut dari kunjungan Presiden Prabowo ke India pada Januari 2025.

Usai pertemuan, kedua pemimpin menyaksikan penandatanganan sebanyak 16 dokumen kerja sama yang mencakup berbagai sektor strategis. Kesepakatan tersebut meliputi teknologi dan layanan telekomunikasi, regulasi produk medis, eksplorasi dan pemanfaatan antariksa untuk tujuan damai, penanggulangan bencana, pengembangan mineral dan teknologi rantai pasok baja, pemanfaatan teknologi dalam penyelenggaraan pemilihan umum, hingga kerja sama penanggulangan terorisme.

Selain itu, kedua negara juga menyepakati sejumlah dokumen implementasi lainnya, seperti dialog antar penjaga pantai, kerja sama statistik resmi, pengembangan tenaga kesehatan profesional, pemanfaatan energi nuklir untuk tujuan damai, serta Letter of Intent mengenai konservasi dan pemugaran Kompleks Candi Prambanan.

Dalam pernyataan pers bersama, Presiden Prabowo menegaskan bahwa seluruh kesepakatan tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan Indonesia dan India yang telah terjalin selama puluhan tahun. Menurutnya, kerja sama tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara sekaligus memperkuat stabilitas dan kemajuan kawasan.

Melalui berbagai kesepakatan strategis tersebut, Indonesia dan India berkomitmen memperluas kolaborasi di bidang ekonomi, teknologi, kesehatan, kebudayaan, keamanan, serta pembangunan berkelanjutan. Implementasi 16 dokumen kerja sama tersebut diharapkan semakin memperkokoh posisi Indonesia sebagai salah satu mitra utama India di kawasan Asia Tenggara sekaligus memperluas peluang investasi, inovasi, dan pertumbuhan ekonomi bagi kedua negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *