Pep Guardiola Bersuara untuk Gaza: “Solidaritas untuk Palestina Tidak Boleh Berhenti”
INTERNASIONAL — Mantan pelatih Manchester City dan Barcelona, Pep Guardiola, kembali menyuarakan solidaritas bagi rakyat Palestina melalui sebuah pesan video untuk United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA), badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang memberikan bantuan kepada pengungsi Palestina.
Video tersebut dipublikasikan melalui akun UNRWA Spanyol pada Minggu, 18 Oktober 2026, dan mendapat perhatian media internasional sehari kemudian. Dalam pesannya, Guardiola mengajak masyarakat dunia untuk tidak melupakan penderitaan warga Palestina, khususnya anak-anak di Jalur Gaza yang menghadapi kehilangan keluarga, kehancuran tempat tinggal, dan krisis kemanusiaan.
Palestina Bukan Sekadar Angka Statistik
Dalam pesan tersebut, Guardiola menekankan bahwa orang-orang yang menjadi korban perang bukan sekadar angka dalam laporan statistik. Mereka adalah manusia yang memiliki nama, wajah, keluarga, impian, dan kenangan.
Ia juga menolak penggunaan istilah yang dapat membuat penderitaan manusia seolah-olah menjadi sesuatu yang biasa atau tidak lagi menggugah kepedulian.
Guardiola menyoroti kenyataan pahit yang dialami anak-anak Gaza. Sebagian dari mereka harus mencari orang tua di antara reruntuhan bangunan, menghadapi kelaparan, dan kehilangan banyak hal ketika usia mereka seharusnya dipenuhi kesempatan untuk tumbuh dan belajar.
Menurutnya, penderitaan masyarakat Palestina tidak boleh dipandang sebagai persoalan yang jauh dari kehidupan masyarakat dunia. Kehidupan mereka memiliki nilai yang sama dengan kehidupan manusia di belahan dunia lainnya.
“Solidaritas untuk Palestina Tidak Boleh Berhenti”
Guardiola menegaskan bahwa dukungan terhadap rakyat Palestina harus terus berlanjut, begitu pula tanggung jawab kemanusiaan masyarakat internasional.
“Solidaritas untuk Palestina tidak boleh berhenti. Begitu pula tanggung jawab kita,” demikian pesan Guardiola yang diberitakan media internasional.
Ia juga mengingatkan bahwa sikap diam ketika manusia menghadapi penderitaan dapat menjadi bentuk keberpihakan. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak berpaling dari kondisi yang dialami warga Gaza.
Di bagian akhir pesannya, Guardiola kembali menegaskan bahwa Palestina membutuhkan keadilan dan perdamaian. Ia mengajak masyarakat untuk terus membicarakan persoalan Palestina serta mendukung UNRWA agar badan tersebut dapat melanjutkan penyaluran bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan.
Seruan Kemanusiaan di Tengah Krisis Gaza
Pesan Guardiola kembali menempatkan penderitaan warga sipil, terutama anak-anak, sebagai perhatian utama dalam perbincangan mengenai Gaza.
UNRWA menyediakan berbagai layanan bagi pengungsi Palestina, termasuk bantuan kemanusiaan, layanan kesehatan, dan perlindungan. Namun, operasional badan tersebut menghadapi berbagai tantangan di tengah konflik dan perselisihan politik mengenai perannya.
Melalui pesan videonya, Guardiola mengingatkan bahwa kepedulian terhadap korban konflik tidak seharusnya berhenti ketika perhatian publik mulai beralih ke persoalan lain.
Seruan tersebut menjadi pengingat bahwa di balik setiap angka korban terdapat kehidupan manusia yang terdampak, keluarga yang kehilangan orang-orang tercinta, serta anak-anak yang membutuhkan perlindungan dan masa depan.
Bagi Guardiola, Palestina tidak boleh dilupakan. Solidaritas, tanggung jawab kemanusiaan, dan upaya mewujudkan keadilan serta perdamaian harus terus dijaga.
