PART 2 — Ketika Tanah Pilih Mulai Menjadi Sebuah Negeri: Dari Angso Duo hingga Misteri Nama Jambi
Jika benar perjalanan Rang Kayo Hitam bermula dari Air Hitam, lalu apa yang terjadi setelah sepasang Angso Duo menemukan tempat mereka berhenti?
Di tepian Sungai Batanghari, sebuah kawasan yang dalam kisah tradisi digambarkan sebagai hutan dan semak belukar perlahan berubah menjadi tempat bermukim.
Rang Kayo Hitam bersama Putri Mayang Mangurai dan para pengikutnya kemudian membuka kawasan tersebut.
Tempat itu dikenal dalam tradisi sebagai Tanah Pilih.
Namun memilih tanah ternyata bukanlah akhir perjalanan.
Justru dari sanalah sebuah babak baru dimulai.
Dalam tradisi yang berkembang di Jambi, ketika kawasan tersebut dibuka, Rang Kayo Hitam disebut menemukan benda-benda pusaka berupa gong dan senjata/lelo yang kemudian dikenal dengan nama Si Timang dan Si Jimat. Pemerintah Kota Jambi juga memuat kisah tersebut dalam narasi sejarah dan arti lambang Kota Jambi.
Bagi masyarakat masa lampau, penemuan benda pusaka tentu tidak sekadar dipahami sebagai penemuan benda biasa.
Ia dapat menjadi simbol.
Pertanda.
Sebuah pesan bahwa tanah tersebut bukan hanya tempat untuk mendirikan permukiman, tetapi mungkin akan menjadi tempat lahirnya pusat kekuasaan baru.
DARI HUTAN MENJADI PUSAT KEKUASAAN
Permukiman di Tanah Pilih kemudian berkembang.
Sungai Batanghari menjadi urat nadi kehidupan.
Dari sungai itu manusia bergerak.
Perdagangan berlangsung.
Hasil hutan berpindah.
Orang-orang datang dan menetap.
Pengaruh dari berbagai wilayah bertemu di sepanjang jalur sungai.
Sedikit demi sedikit, sebuah kawasan permukiman berkembang menjadi pusat pemerintahan.
Dalam salah satu riwayat yang dicatat Pemerintah Kota Jambi, setelah Orang Kayo Hitam dirajakan, pusat kerajaan kemudian dipindahkan dari Ujung Jabung ke Tanah Pilih sekitar awal abad ke-16.
ANTARA juga mencatat tradisi bahwa Rang Kayo Hitam dan Putri Mayang Mangurai beserta rombongan membangun kerajaan baru di lokasi yang kemudian disebut Tanah Pilih, yang kelak menjadi pusat pemerintahan dan berkembang menjadi Kota Jambi.
Tetapi di sinilah sejarah mulai menjadi jauh lebih menarik.
Karena pertanyaan berikutnya bukan lagi:
Di mana Tanah Pilih berada?
Melainkan:
Apakah Tanah Pilih benar-benar merupakan awal lahirnya Jambi?
MISTERI NAMA “JAMBI”
Dari mana sebenarnya nama Jambi berasal?
Apakah nama tersebut baru muncul setelah Tanah Pilih berkembang menjadi pusat kekuasaan?
Ataukah nama Jambi sudah dikenal jauh sebelum kisah Angso Duo dan Rang Kayo Hitam berkembang dalam tradisi masyarakat?
Jawabannya membawa kita jauh lebih tua ke masa lalu.
Sebab sumber sejarah menunjukkan bahwa nama yang diidentifikasi sebagai Chan-pi telah muncul dalam berita Tiongkok sejak abad ke-9.
Pemerintah Kota Jambi mencatat bahwa utusan dari Chan-pi datang ke istana Kaisar China pada 853 Masehi, kemudian kembali pada 871 Masehi. Sumber lain dari sekitar 890–905 Masehi juga mencatat Chan-pi mengirim misi dagang ke China. Chan-pi tersebut diidentifikasi oleh sejumlah sejarawan sebagai Jambi.
Jika demikian, ada sebuah fakta sejarah yang sangat menarik:
Jambi sudah dikenal dalam jaringan perdagangan dan diplomasi Asia berabad-abad sebelum kisah Tanah Pilih sebagaimana dikenal dalam tradisi kemudian.
Artinya, legenda Angso Duo bukanlah satu-satunya pintu untuk memahami sejarah Jambi.
Di balik kisah dua ekor angsa tersebut terdapat lapisan sejarah yang jauh lebih tua.
Ada Sungai Batanghari.
Ada jaringan perdagangan.
Ada jejak Melayu.
Ada kerajaan yang pernah tumbuh dan berpindah.
Dan ada peradaban yang telah berhubungan dengan dunia luar jauh sebelum Kota Jambi berdiri dalam bentuk yang kita kenal sekarang.
TANAH PILIH: AWAL BARU ATAU KEMBALI KE JEJAK LAMA?
Pemerintah Kota Jambi sendiri mencatat kemungkinan bahwa kawasan Tanah Pilih berkaitan dengan pembukaan kembali kawasan Chan-pi yang lebih tua. Namun sumber resmi tersebut juga menggunakan bahasa kemungkinan, sehingga hubungan tersebut tidak boleh diperlakukan sebagai fakta arkeologis yang sudah final.
Inilah yang membuat sejarah Jambi begitu menarik.
Satu sisi menghadirkan legenda.
Di sisi lain terdapat catatan tertulis.
Di antara keduanya terdapat jejak arkeologi.
Dan semuanya bertemu di sekitar satu sungai besar:
Batanghari.
Bahkan kawasan yang kini menjadi bagian Kota Jambi menyimpan indikasi struktur bata kuno. Pemerintah Kota Jambi mencatat adanya temuan struktur batu bata yang dikaitkan dengan kompleks percandian di sekitar kawasan Kampung Legok.
Maka Tanah Pilih tidak semestinya hanya dibaca sebagai cerita tentang sepasang angsa.
Ia dapat dipandang sebagai bagian dari narasi panjang tentang bagaimana sebuah kawasan di tepi Batanghari menjadi ruang pertemuan manusia, perdagangan, kekuasaan, kebudayaan, dan agama selama berabad-abad.
LALU, SIAPA PENGUASA BATANGHARI SEBELUM TANAH PILIH?
Di sinilah pintu sejarah berikutnya mulai terbuka.
Sebelum pusat pemerintahan Jambi berada di Tanah Pilih…
Sebelum nama Kota Jambi dikenal seperti sekarang…
Sebelum Angso Duo menjadi simbol yang begitu melekat dalam ingatan masyarakat…
siapa yang sebenarnya menguasai jalur Sungai Batanghari?
Kerajaan apa yang tumbuh di sepanjang sungai itu?
Mengapa wilayah Jambi bisa muncul dalam catatan Tiongkok sejak abad ke-9?
Dan apakah kerajaan yang disebut dalam sumber-sumber lama itu memiliki hubungan dengan Melayu dan Swarnabhumi?
Mungkin jawabannya akan membawa kita lebih jauh daripada kisah Rang Kayo Hitam.
Lebih jauh daripada Tanah Pilih.
Bahkan lebih jauh daripada nama Jambi itu sendiri.
Karena sebelum sebuah kota lahir…
sebuah peradaban biasanya telah lebih dahulu hidup.
BERSAMBUNG…
SUMBER & REFERENSI
• Pemerintah Kota Jambi — Sejarah Kota Jambi, mengenai Chan-pi, Angso Duo, Tanah Pilih, perkembangan pusat pemerintahan Jambi, dan berbagai versi tradisi sejarah.
• JDIH Kota Jambi — Sejarah Kota Jambi, termasuk catatan Chan-pi dalam berita Tiongkok dan hubungan narasi Tanah Pilih dengan sejarah Jambi.
• Pemerintah Kota Jambi — Arti Lambang Kota Jambi, mengenai Orang Kayo Hitam, Putri Mayang Mangurai, Tanah Pilih, serta pusaka Si Timang dan Si Jimat.
• ANTARA Jambi — Sejarah Singkat Penemuan Tanah Pilih, mengenai tradisi perjalanan Rang Kayo Hitam, Mayang Mangurai, Angso Duo, dan berdirinya Tanah Pilih.
• Perda Kota Jambi No. 3 Tahun 2014 — tentang penetapan Hari Jadi Tanah Pilih Pusako Batuah Kota Jambi dan momentum 28 Mei 1401 dalam tradisi sejarah daerah.
Catatan sejarah: Narasi ini memadukan tradisi lisan, legenda, sumber pemerintah daerah, catatan tertulis, dan interpretasi sejarah. Beberapa bagian memiliki versi berbeda dan sebagian hubungan historis masih berupa kemungkinan atau interpretasi. Karena itu, legenda perlu dibedakan dari fakta yang telah didukung bukti tertulis dan arkeologis.
#SejarahJambi #TanahPilih #AngsoDuo #RangKayoHitam #MayangMangurai #SiTimang #SiJimat #AirHitam #SungaiBatanghari #ChanPi #SejarahMelayu #KerajaanMelayu #Swarnabhumi #BudayaJambi #LegendaJambi #SejarahNusantara #MelayuJambi #JambiTempoDulu #JejakSejarah #SejarahKotaJambi #TanahPilihPusakoBatuah #MengungkapSejarah #ReedhoKhamizuka
