Mobil CPO Masuk Jurang 80 Meter di Sitinjau Lauik, Sopir Tewas Dievakuasi Tim Gabungan

0
IMG-20260704-WA0020(1)

PADANG – Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di kawasan Panorama Sitinjau Lauik, Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (2/7/2026) malam. Satu unit truk pengangkut crude palm oil (CPO) terperosok ke jurang sedalam sekitar 80 meter, mengakibatkan sopir pengganti bernama Muhammad Fajri (31) meninggal dunia.

Tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Basarnas, Polri, Dinas Pemadam Kebakaran, serta warga sekitar berhasil mengevakuasi korban pada Jumat (3/7/2026) dini hari sekitar pukul 00.44 WIB setelah proses penyelamatan berlangsung hampir dua jam.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kota Padang, insiden bermula sekitar pukul 22.10 WIB. Petugas menerima informasi mengenai sebuah truk CPO yang masuk jurang di Jalan Tunggua Sitinjau Lauik, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan.

Lokasi kejadian berada di jalur Sitinjau Lauik yang dikenal memiliki tanjakan curam, tikungan tajam, serta menjadi salah satu ruas jalan paling menantang di Sumatera Barat. Saat ditemukan, korban berada dalam kondisi terjepit di kabin kendaraan sehingga menyulitkan proses evakuasi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Padang, Azwin, menjelaskan bahwa proses penyelamatan menghadapi berbagai kendala, mulai dari kondisi medan yang curam, minimnya pencahayaan, hingga posisi kendaraan yang berada jauh di dasar jurang. Meski demikian, tim SAR gabungan tetap bekerja secara terpadu hingga korban berhasil dievakuasi.

Setelah berhasil dikeluarkan dari lokasi kejadian, jenazah Muhammad Fajri langsung dibawa ke Rumah Sakit Semen Padang untuk penanganan lebih lanjut. Pihak keluarga juga telah dihubungi dan menerima jenazah korban.

Operasi pencarian dan evakuasi resmi ditutup setelah seluruh proses selesai dan seluruh personel gabungan dipastikan kembali dalam kondisi selamat.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko kecelakaan di jalur Sitinjau Lauik yang memiliki karakteristik jalan ekstrem. Pemerintah daerah bersama aparat kepolisian mengimbau seluruh pengendara, khususnya kendaraan angkutan barang, agar memastikan kondisi kendaraan benar-benar layak jalan, memeriksa sistem pengereman, serta meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur pegunungan, terutama pada malam hari dan saat cuaca kurang bersahabat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *