Kebakaran Lapangan Tembak Perbakin Jambi, 40 Personel Damkar Berhasil Padamkan Api
JAMBI – Kebakaran melanda kawasan Lapangan Tembak Perbakin di Kelurahan Paal Lima, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi, Jumat (3/7/2026) pagi. Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah yang belum dipastikan padam sepenuhnya, sehingga api kembali menyala dan dengan cepat membesar.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi, Mustari Affandy, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 09.17 WIB. Tim pemadam tiba di lokasi sekitar pukul 09.27 WIB atau hanya 10 menit setelah laporan diterima.
Sebanyak 40 personel dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut. Damkartan juga mengoperasikan satu unit armada komando, dua unit armada tempur, serta tiga unit armada suplai air guna mempercepat proses pemadaman.
Berdasarkan keterangan pelapor bernama Ichsan, kebakaran bermula ketika dirinya bersama sejumlah rekan melakukan pembersihan di area lapangan tembak yang akan digunakan untuk kegiatan olahraga. Tumpukan kayu dan sampah kemudian dibakar dan mereka mengira api telah padam sebelum meninggalkan lokasi untuk beristirahat.
Namun, tidak lama kemudian salah seorang rekan melihat kepulan asap hitam tebal muncul dari area tumpukan ban. Mereka sempat berupaya memadamkan api menggunakan ember berisi air, tetapi kobaran api dengan cepat membesar karena menjalar ke material ban yang mudah terbakar. Melihat kondisi tersebut, mereka segera menghubungi layanan darurat Damkar melalui Call Center 112.
Dalam proses penanganan, petugas menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Lokasi kebakaran berada di area yang dikelilingi tembok tinggi dengan akses cukup jauh dari jalan utama. Selain itu, kondisi rumput yang lebat turut menyulitkan petugas saat membentangkan selang pemadam.
Sebelum melakukan pemadaman, petugas terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak PLN guna memastikan jaringan listrik di sekitar lokasi dalam kondisi aman. Setelah itu, tim melakukan langkah proteksi untuk mencegah api menjalar ke tumpukan ban lainnya, kemudian dilanjutkan dengan proses pemadaman dan pendinginan.
Proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam 30 menit dengan total penggunaan air mencapai sekitar 20 ribu liter. Berkat kerja cepat petugas, kobaran api berhasil dikendalikan sehingga tidak meluas ke area lain di sekitar lapangan tembak.
Mustari Affandy menyampaikan bahwa dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari aktivitas pembakaran sampah yang ditinggalkan sebelum api benar-benar padam. Ia mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan pembakaran terbuka dan memastikan api telah padam sepenuhnya sebelum meninggalkan lokasi.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa kelalaian kecil dalam aktivitas pembakaran dapat memicu kebakaran besar, terutama di lokasi yang terdapat material mudah terbakar seperti ban bekas, semak kering, maupun tumpukan kayu.
