Mentan Amran Tegaskan Tak Boleh Ada Lagi Hambatan, Perkuat Ekosistem BUMN Pangan untuk Percepat Hilirisasi Pertanian

0
IMG-20260625-WA0080

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat transformasi sektor pangan nasional melalui penguatan hilirisasi komoditas pertanian strategis. Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian, memperkuat peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pangan, serta membangun ekosistem pangan nasional yang lebih terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kementan tengah mematangkan regulasi yang akan menjadi dasar percepatan transformasi BUMN pangan melalui penguatan tata kelola perusahaan, restrukturisasi aset, dukungan pembiayaan, hingga pembagian penugasan yang lebih terintegrasi dalam mendukung program strategis pemerintah.

Komitmen tersebut dibahas dalam rapat koordinasi finalisasi Rancangan Instruksi Presiden (Inpres) tentang Percepatan Hilirisasi Komoditas Pertanian Strategis serta Surat Keputusan Bersama (SKB) mengenai Penugasan Khusus kepada BUMN Pangan yang dipimpin Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Dalam arahannya, Mentan Amran menegaskan bahwa seluruh hambatan yang selama ini mengganggu efektivitas program harus segera diselesaikan agar transformasi sektor pangan dapat berjalan lebih cepat.

“Jangan nanti ada lagi hambatan. Semua persoalan strategis harus segera diselesaikan agar program dapat berjalan lebih cepat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Mentan Amran.

Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan berbagai dukungan kebijakan untuk memperkuat posisi BUMN pangan. Karena itu, seluruh perusahaan diminta mempercepat pembenahan internal agar mampu menjalankan peran strategis sebagai motor penggerak pembangunan pangan nasional.

Ia menekankan bahwa proses restrukturisasi harus dilakukan secara menyeluruh sehingga mampu menciptakan BUMN pangan yang sehat, profesional, dan memiliki daya saing tinggi.

“Intinya bagaimana restrukturisasi benar-benar tertata. Kita selesaikan persoalan yang ada sehingga BUMN pangan semakin kuat dan mampu menjadi tulang punggung pembangunan sektor pangan nasional,” katanya.

Dalam rapat tersebut, pemerintah membahas sejumlah agenda strategis, antara lain penyelesaian restrukturisasi aset, penguatan struktur pembiayaan, penyempurnaan mekanisme penugasan BUMN pangan, serta sinkronisasi program hilirisasi komoditas pertanian agar berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Mentan Amran juga meminta setiap BUMN pangan menyusun target pelaksanaan program secara realistis, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Menurutnya, setiap dukungan yang diberikan pemerintah harus diikuti dengan komitmen pencapaian kinerja yang jelas sehingga seluruh program dapat dieksekusi secara optimal.

“Jangan membuat rencana yang tidak masuk akal. Semua harus dihitung secara realistis, memiliki target yang jelas, dan bisa dieksekusi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mentan Amran menegaskan bahwa transformasi BUMN pangan tidak boleh berhenti pada penyelesaian persoalan administratif semata, melainkan harus menghasilkan sistem yang mampu menopang pembangunan sektor pangan nasional dalam jangka panjang.

Ia berharap fondasi sistem tersebut dapat terbangun secara kuat sehingga keberlanjutan pembangunan pangan tetap terjaga di masa mendatang.

“Saya ingin sistem ini sudah terbangun dengan baik sebelum saya berhenti menjadi menteri. Yang kita bangun bukan hanya program, tetapi sistem yang membuat BUMN pangan semakin kuat, profesional, dan mampu menjadi motor penggerak pembangunan pertanian nasional,” ungkapnya.

Menteri Pertanian juga meminta seluruh pimpinan BUMN pangan mempercepat realisasi berbagai program prioritas sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah.

Pelaksanaan program, kata dia, harus dilakukan secara disiplin, terukur, dan berorientasi pada hasil agar mampu mempercepat hilirisasi komoditas pertanian, memperkuat industri pangan nasional, meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia.

Melalui Rancangan Inpres tentang Percepatan Hilirisasi Komoditas Pertanian Strategis serta SKB Penugasan Khusus kepada BUMN Pangan, pemerintah menargetkan terbentuknya ekosistem pangan nasional yang semakin kuat. Dengan sinergi tersebut, BUMN pangan diharapkan menjadi penggerak utama hilirisasi, memperkuat daya saing produk pertanian nasional, memperluas nilai tambah di dalam negeri, serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi petani dan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *