Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan Indonesia–Belgia dan Uni Eropa
JAKARTA — Menteri Pertahanan Republik Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Belgia, Luksemburg, dan Uni Eropa, Andy Rachmianto, di Kantor Kementerian Pertahanan (Kemhan), Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Pertemuan tersebut membahas penguatan hubungan kerja sama pertahanan Indonesia dengan Belgia dan Uni Eropa, termasuk undangan kepada Indonesia untuk menghadiri Schuman Security and Defence Forum di Brussel.
Forum tersebut merupakan wadah dialog internasional yang membahas berbagai isu keamanan dan pertahanan. Undangan itu disampaikan oleh Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan yang juga menjabat sebagai Wakil Presiden Komisi Eropa.
Selain membahas partisipasi Indonesia dalam forum internasional tersebut, pertemuan juga menyoroti peluang pengembangan kerja sama pertahanan bilateral antara Indonesia dan Belgia.
Salah satu bidang yang menjadi perhatian adalah penjajakan peluang pendidikan dan pelatihan bagi perwira Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui sejumlah lembaga pendidikan pertahanan internasional.
Pengembangan kapasitas sumber daya manusia pertahanan dinilai menjadi salah satu aspek penting dalam meningkatkan profesionalisme personel serta memperkuat kemampuan pertahanan nasional.
Dalam pertemuan tersebut, Menhan Sjafrie didampingi Direktur Jenderal Strategi Pertahanan Kementerian Pertahanan. Pembahasan ini menjadi bagian dari upaya memperluas ruang kerja sama dengan mitra internasional, baik melalui dialog strategis maupun pengembangan kapasitas personel.
Penguatan kemitraan pertahanan dengan negara-negara Eropa diharapkan membuka peluang pertukaran pengetahuan, peningkatan kualitas pendidikan militer, serta pengembangan hubungan strategis yang saling menguntungkan.
Melalui komunikasi diplomatik dan penjajakan kerja sama yang berkelanjutan, Indonesia berupaya memperkuat hubungan pertahanan internasional sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia untuk mendukung kepentingan pertahanan nasional.
