Massa AMPB Pati Akan Gelar Aksi 27 Agustus, Botok Tegaskan Demo di DPR Berlangsung Damai

0
1787551094879

JAKARTA — Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, memastikan rencana aksi warga Pati di Jakarta pada 27 Agustus 2026 akan berlangsung tertib, aman, dan damai.

Pernyataan tersebut disampaikan Botok sebagai tanggapan atas imbauan Badan Musyawarah Masyarakat (Bamus) Betawi terkait rencana kedatangan massa AMPB ke Jakarta.

Botok menegaskan, kedatangan masyarakat Pati bukan untuk bersinggungan dengan warga Jakarta maupun masyarakat Betawi. Massa, kata dia, datang untuk menyampaikan aspirasi dan menagih komitmen para penyelenggara negara.

“Tadi sudah saya sampaikan dari awal, kami di sini datang tidak mau membuat kerusuhan. Kami datang di sini mengawal aspirasi rakyat Indonesia dengan cara tertib, aman, dan damai,” tegas Botok.

AMPB Soroti Pemberantasan Korupsi

Salah satu agenda utama yang akan disuarakan massa AMPB adalah desakan agar RUU Perampasan Aset segera disahkan.

Menurut Botok, pemberantasan korupsi menjadi persoalan mendasar yang harus mendapatkan perhatian serius karena dampaknya dirasakan langsung masyarakat.

Ia menilai korupsi bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga menjadi salah satu faktor yang dapat menghambat pembangunan dan memperburuk kondisi masyarakat.

“Ya sangat penting, karena yang merusak bangsa Indonesia ini korupsi. Korupsi ini penjajah bangsa Indonesia. Korupsi ini perusak masa depan bangsa ini. Karena korupsi juga rakyat Indonesia ini menderita,” ujar Botok.

Massa AMPB berencana bertahan di sekitar Gedung DPR RI hingga puncak aksi pada 27 Agustus 2026. Mereka membawa tuntutan agar regulasi mengenai perampasan aset hasil tindak pidana segera mendapatkan kepastian.

Bamus Betawi Ingatkan Massa Pati Jaga Ketertiban

Sebelumnya, Dewan Adat Bamus Betawi turut merespons rencana aksi masyarakat Pati di Jakarta.

Ketua Umum Bamus Betawi, Eki Pitung, menyampaikan bahwa masyarakat Betawi pada prinsipnya terbuka terhadap para pendatang yang datang ke Jakarta, termasuk untuk mencari nafkah maupun menyampaikan aspirasi.

Namun, sebagai tuan rumah, Eki meminta masyarakat yang datang untuk menyampaikan aspirasi tetap menjaga ketertiban dan menghormati lingkungan sekitar.

“Kalau datang niatnya mau demo, menyampaikan aspirasi, ada pesan-pesan yang kurang baik. Menurut kami, ini harus kita sebagai lembaga adat menyikapi. Tolong jaga diri, tahan diri masyarakat Pati,” kata Eki.

Imbauan tersebut kemudian mendapat respons dari Botok. Ia memastikan massa AMPB memahami pentingnya menjaga keamanan selama berada di Jakarta.

Dengan adanya komitmen tersebut, aksi yang direncanakan pada 27 Agustus 2026 diharapkan dapat menjadi ruang penyampaian aspirasi tanpa menimbulkan gesekan dengan masyarakat maupun mengganggu ketertiban umum.

Aksi AMPB juga menjadi bagian dari perhatian publik terhadap pembahasan RUU Perampasan Aset yang selama ini menjadi salah satu isu penting dalam agenda pemberantasan korupsi di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *