Malaysia Bergantung pada Kelapa Indonesia, 80 Persen Kebutuhan Impor Dipasok dari RI

0
1787481381571

JAKARTA — Ketergantungan Malaysia terhadap pasokan kelapa dari Indonesia terungkap di tengah upaya pemerintah mendorong hilirisasi komoditas kelapa nasional.

Pengawas Mutu Hasil Pertanian Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Agus Rosyid Wasingun, mengungkapkan sekitar 80 persen kebutuhan kelapa impor Malaysia selama ini dipasok dari Indonesia.

Menurut Agus, ketergantungan tersebut bahkan sempat terlihat ketika Malaysia mengalami kekurangan bahan baku untuk memenuhi kebutuhan industrinya.

“Malaysia itu hampir 80 persen kebutuhan kelapanya dipenuhi dari Indonesia. Bahkan, dua tahun lalu ketika mereka mengalami kekurangan bahan baku, mereka sempat datang ke kementerian meminta agar tidak ada larangan ekspor kelapa karena khawatir kebutuhan industrinya tidak terpenuhi,” kata Agus dalam Webinar Hilirisasi Kelapa Sinar Tani, Rabu (22/7/2026).

Pernyataan tersebut menunjukkan posisi Indonesia sebagai salah satu pemasok penting komoditas kelapa bagi industri di negara tetangga tersebut.

Produk Olahan Kelapa Indonesia Mulai Menjangkau Puluhan Negara

Selain memasok kebutuhan bahan baku negara lain, Indonesia kini dinilai memiliki peluang besar untuk meningkatkan nilai ekspor melalui produk olahan kelapa.

Agus mengatakan, pasar produk olahan kelapa Indonesia mulai berkembang dan menjangkau negara-negara yang sebelumnya belum menjadi tujuan ekspor.

Ia bahkan menyebut salah satu perusahaan pengolahan kelapa nasional telah memiliki pasar ekspor yang menjangkau hampir 80 negara.

“Jadi beberapa negara yang awalnya belum impor dari kita, itu sudah mulai impor. Waktu saya berkunjung ke perusahaannya Pak Rudy (Ketua Harian Himpunan Industri Pengolahan Kelapa Indonesia/HIPKI), itu beliau menyebutkan ada sudah hampir 80 negara yang meminta atau impor produk olahan kelapa ini ke perusahaannya, dan teman-teman yang lain,” ujar Agus.

Perkembangan tersebut menjadi peluang bagi Indonesia untuk tidak hanya mengekspor kelapa dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga meningkatkan ekspor produk yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.

Prabowo Dorong Hilirisasi Kelapa di Dalam Negeri

Pemerintah pun mendorong percepatan hilirisasi kelapa agar manfaat ekonomi dari komoditas tersebut lebih banyak dinikmati di dalam negeri.

Presiden Prabowo Subianto mendorong agar industri pengolahan kelapa dikembangkan di Indonesia. Pemerintah juga membuka peluang masuknya investasi untuk membangun fasilitas pengolahan kelapa di berbagai daerah.

Agus menjelaskan, hilirisasi dapat meningkatkan nilai tambah secara signifikan karena kelapa dapat diolah menjadi berbagai produk sebelum dipasarkan ke luar negeri.

“Jika hilirisasi ini betul-betul kita laksanakan dengan baik dan mencapai output yang diharapkan, ini hampir 10 kali lipat nilai tambahnya, dari buah menjadi berbagai macam produk yang bisa diolah dan diekspor,” ujarnya.

Menurut dia, arahan pemerintah jelas, yakni memastikan nilai tambah komoditas kelapa tidak seluruhnya dinikmati di luar negeri.

“Nilai tambahnya harus di dalam negeri, kalau perlu mengundang investor para pengolah itu untuk masuk ke dalam negeri, supaya ekspor itu berupa olahan tidak buah bulat,” kata Agus.

Indonesia Produsen Kelapa Terbesar Kedua Dunia

Indonesia memiliki posisi strategis dalam industri kelapa dunia. Produksi kelapa nasional disebut mencapai sekitar 2,87 juta ton setara kopra dari lahan seluas 3,34 juta hektare.

Dengan produksi tersebut, Indonesia menjadi produsen kelapa terbesar kedua di dunia dan berkontribusi sekitar 24 persen terhadap produksi kelapa global.

Namun, sektor kelapa nasional masih menghadapi sejumlah tantangan. Produktivitas komoditas ini antara lain tertekan oleh alih fungsi lahan, serangan hama serta fluktuasi harga yang dihadapi petani.

Pemerintah kemudian mendorong pengembangan industri kelapa melalui program hilirisasi berbasis kawasan yang mencakup 28 provinsi.

Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat industri pengolahan dalam negeri sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di pasar internasional.

Dengan semakin luasnya pasar produk olahan kelapa, pemerintah melihat peluang besar bagi komoditas tersebut untuk menjadi salah satu penggerak ekonomi baru.

Jika hilirisasi berjalan konsisten, Indonesia tidak hanya akan menjadi pemasok bahan baku bagi industri negara lain, tetapi juga dapat meningkatkan posisi sebagai eksportir produk kelapa olahan bernilai tambah tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *