KSP Dukung Pemanfaatan Lahan Idle di Lapas untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

0
IMG-20260625-WA0079

JAKARTA – Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, menyatakan dukungannya terhadap upaya optimalisasi lahan idle atau lahan tidur di lingkungan lembaga pemasyarakatan (lapas) sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendukung program swasembada pangan pemerintah.

Dukungan tersebut disampaikan Dudung saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) di Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), Jakarta, Selasa (23/6/2026). Forum tersebut membahas dua agenda strategis, yakni penguatan pembinaan warga binaan serta pemanfaatan lahan yang belum produktif di lingkungan pemasyarakatan menjadi kawasan pertanian, perkebunan, dan peternakan.

Dalam kesempatan itu, Dudung mengapresiasi langkah Kemenimipas yang dinilai mampu mengubah aset negara yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal menjadi lahan produktif yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Menurutnya, pemanfaatan lahan idle merupakan bentuk inovasi yang sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam meningkatkan produktivitas nasional melalui optimalisasi aset negara.

“Optimalisasi lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan menjadi kawasan produktif merupakan langkah strategis yang tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Dudung.

Dukung Program Swasembada Pangan

KSP menilai pemanfaatan lahan tidur di lapas selaras dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan serta mewujudkan swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.

Di tengah tantangan ekonomi global dan meningkatnya kebutuhan pangan, pemerintah mendorong seluruh kementerian, lembaga, dan institusi negara untuk terus menghadirkan inovasi serta memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Pemanfaatan lahan negara yang belum produktif dipandang sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan produksi pangan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.

Pembinaan Warga Binaan Lebih Produktif

FGD tersebut juga membahas penguatan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui kegiatan pertanian, perkebunan, dan peternakan di lingkungan lapas.

Melalui program tersebut, warga binaan tidak hanya memperoleh keterampilan praktis selama menjalani masa pembinaan, tetapi juga dipersiapkan agar memiliki bekal kompetensi yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.

Selain mendukung proses rehabilitasi sosial, hasil produksi dari lahan produktif tersebut juga diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan pangan di lingkungan pemasyarakatan serta memberikan kontribusi terhadap masyarakat sekitar.

Optimalisasi Aset Negara

Dudung menegaskan bahwa setiap aset negara yang memiliki potensi produktif perlu dioptimalkan untuk mendukung pembangunan nasional.

Menurutnya, ketahanan pangan merupakan salah satu fondasi utama kemandirian bangsa sehingga memerlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat, kementerian, lembaga, maupun masyarakat.

Kemenimipas sendiri terus mengembangkan berbagai program pertanian, perkebunan, dan peternakan di sejumlah lapas sebagai bagian dari pembinaan warga binaan sekaligus mendukung agenda nasional di sektor pangan.

Melalui kolaborasi antara KSP dan Kemenimipas, pemerintah berharap optimalisasi lahan idle dapat menjadi model pengelolaan aset negara yang produktif, berkelanjutan, serta memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang lebih luas.

Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat ketahanan pangan Indonesia sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *