Komisi XI DPR Dorong Program Desa Devisa di Bali, UMKM Tembus Ekspor dari Garam Gianyar hingga Kakao Jembrana

0
IMG-20260728-WA0045

Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mendorong penguatan program Desa Devisa untuk memperluas akses usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia ke pasar global. Dorongan tersebut disampaikan dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi XI DPR RI di Kabupaten Badung, Bali, Kamis (23/7/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Komisi XI berdialog dengan pelaku UMKM binaan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) yang tergabung dalam program Desa Devisa. Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fauzi Amro yang memimpin agenda tersebut menilai program Desa Devisa memiliki peran strategis dalam mendorong produk berbasis potensi lokal agar mampu bersaing di pasar internasional.

Desa Devisa Buka Akses UMKM ke Pasar Global

Program Desa Devisa merupakan inisiatif LPEI yang diarahkan untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal menjadi produk berorientasi ekspor. Melalui program tersebut, pelaku UMKM mendapatkan dukungan pembiayaan dan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas usaha serta kualitas produk.

Pendampingan dilakukan agar produk yang dihasilkan pelaku usaha dapat memenuhi kebutuhan pasar dan memiliki daya saing lebih kuat. Selain membuka peluang ekspor, pengembangan UMKM berbasis potensi daerah juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam dialog bersama Komisi XI, para pelaku UMKM binaan LPEI menyampaikan berbagai perkembangan usaha yang mereka jalankan. Sejumlah komoditas lokal Bali disebut telah berhasil memperoleh akses ke pasar internasional.

Produk garam dari Gianyar, misalnya, telah dipasarkan ke lima negara. Sementara itu, komoditas kakao dari Jembrana berhasil menembus pasar internasional dan meraih penghargaan di Amsterdam.

Capaian tersebut menunjukkan potensi produk lokal Indonesia untuk bersaing di pasar global apabila mendapatkan dukungan pengembangan kapasitas, pembiayaan, pendampingan, serta akses pasar yang memadai.

Komisi XI Soroti Ukuran Keberhasilan Program

Anggota Komisi XI DPR RI Shohibul Imam mengapresiasi pelaksanaan program Desa Devisa yang dijalankan LPEI. Menurutnya, program tersebut dapat menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan kapasitas UMKM dan mendorong pelaku usaha agar mampu naik kelas hingga memasuki pasar ekspor.

Namun, ia juga mendorong adanya indikator keberhasilan program yang lebih komprehensif. Salah satu indikator yang dinilai penting adalah jumlah UMKM yang berhasil naik kelas setelah mendapatkan pembinaan dan pendampingan.

Data tersebut diperlukan untuk mengukur sejauh mana program memberikan dampak terhadap perkembangan usaha penerima manfaat. Dengan indikator yang jelas, evaluasi program dapat dilakukan secara lebih terukur dan menjadi dasar untuk pengembangan kebijakan berikutnya.

Desa Devisa Didorong Diperluas ke Indonesia Timur

Komisi XI DPR RI juga mendorong agar cakupan program Desa Devisa diperluas ke berbagai wilayah lain di Indonesia, termasuk kawasan Indonesia Timur. Langkah tersebut dinilai penting agar potensi produk lokal dari berbagai daerah dapat dikembangkan dan memperoleh kesempatan untuk memasuki pasar internasional.

Fauzi Amro menekankan pentingnya sinergi antara LPEI, pemerintah daerah, dan pelaku usaha dalam membangun ekosistem ekspor yang berkelanjutan. Pendampingan terhadap UMKM juga diharapkan dilakukan secara menyeluruh dari sisi hulu hingga hilir.

Penguatan dari hulu diperlukan untuk memastikan ketersediaan bahan baku dan kapasitas produksi. Sementara itu, aspek hilir mencakup peningkatan kualitas produk, pengemasan, sertifikasi, pemasaran, pembiayaan, hingga akses ke pasar internasional.

Dengan pendekatan tersebut, UMKM diharapkan tidak hanya mampu melakukan ekspor secara sesaat, tetapi juga memiliki kapasitas untuk mempertahankan dan memperluas pasar secara berkelanjutan.

Komisi XI DPR RI berkomitmen mengawal aspirasi yang disampaikan pelaku UMKM selama kunjungan kerja reses untuk ditindaklanjuti bersama mitra kerja terkait.

Penguatan program Desa Devisa diharapkan dapat mendorong semakin banyak UMKM Indonesia naik kelas, memperluas pasar ekspor, serta menciptakan lapangan kerja baru di daerah.

Pengembangan UMKM berbasis potensi lokal juga dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat perekonomian daerah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan dukungan pembiayaan, pendampingan, dan akses pasar yang semakin luas, produk unggulan dari berbagai daerah di Indonesia diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan memperoleh posisi yang lebih kuat di pasar global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *