Komisi X DPR RI Dorong Penguatan Literasi, Komunitas Pegiat Diminta Dapat Dukungan Anggaran
Membangun budaya literasi tidak cukup hanya dengan mendorong masyarakat gemar membaca. Akses terhadap buku, pengetahuan, serta ruang belajar juga perlu diperluas agar gerakan literasi dapat tumbuh dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
Hal tersebut menjadi perhatian Komisi X DPR RI saat melakukan kunjungan kerja spesifik bidang perpustakaan ke Perpustakaan Provinsi Jawa Timur, Kamis (20/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Komisi X DPR RI membahas berbagai persoalan terkait penguatan literasi, mulai dari dukungan anggaran hingga peran komunitas pegiat literasi yang selama ini turut menggerakkan budaya membaca dan belajar di tengah masyarakat.
Anggota Komisi X DPR RI Purnama Sidi menilai gerakan literasi tidak seharusnya hanya berfokus pada lembaga pendidikan formal.
“Literasi ini sesungguhnya tidak hanya sampai di lembaga-lembaga pendidikan formal. Yang terpenting adalah bagaimana komunitas-komunitas yang ada di masyarakat ini mampu mendapatkan program-program penganggaran,” ujar Purnama Sidi.
Komunitas literasi dinilai memiliki peran penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap buku, kegiatan membaca, pembelajaran, serta berbagai aktivitas yang dapat meningkatkan pengetahuan.
Karena itu, dukungan terhadap komunitas pegiat literasi dinilai perlu diperkuat melalui program dan kebijakan anggaran yang lebih memadai.
Selain membahas peran komunitas, Komisi X DPR RI turut mendorong agar literasi menjadi bagian dari fungsi pendidikan dalam skema mandatory spending 20 persen.
Dorongan tersebut diharapkan dapat membuka ruang dukungan anggaran yang lebih maksimal untuk pengembangan perpustakaan, penyediaan bahan bacaan, ruang belajar, serta kegiatan literasi yang dilakukan masyarakat.
Penguatan budaya literasi membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, perpustakaan, komunitas hingga masyarakat.
Dengan dukungan anggaran dan akses yang semakin luas terhadap buku serta ruang belajar, gerakan literasi diharapkan tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga mampu memperkuat kualitas pengetahuan dan pendidikan masyarakat.
