Klinik Apung Said Tuhuleley, Kapal Kemanusiaan Muhammadiyah yang Menjangkau Pulau-Pulau Terpencil Maluku

0
1786810587548

AMBON — Di tengah kondisi geografis Maluku yang terdiri atas ribuan pulau dan wilayah pesisir yang sebagian sulit dijangkau, akses terhadap layanan kesehatan menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat.

Menjawab persoalan tersebut, Muhammadiyah melalui Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) menghadirkan Klinik Apung Said Tuhuleley (KAST), sebuah kapal berbasis yacht yang digunakan sebagai sarana pelayanan kesehatan sekaligus menjalankan berbagai misi kemanusiaan.

Kapal yang memiliki nilai sekitar Rp2 miliar tersebut dilengkapi mesin berkekuatan 750 PK. Kehadirannya dirancang untuk membawa pelayanan kesehatan lebih dekat kepada masyarakat yang tinggal di pulau-pulau terpencil, khususnya di wilayah kepulauan Maluku.

KAST diresmikan oleh Presiden Joko Widodo di Ambon pada 24 Februari 2017.

Sehari Setelah Diresmikan, Langsung Berlayar

KAST tidak membutuhkan waktu lama untuk menjalankan misi kemanusiaannya.

Sehari setelah peresmian, kapal tersebut langsung melakukan pelayaran perdana menuju Saparua dan Haruku dengan membawa tenaga kesehatan Muhammadiyah, termasuk dokter dan perawat.

Dalam pelayaran berikutnya, KAST menjangkau sejumlah wilayah kepulauan, antara lain Banda Besar, Banda Neira, Hatta, Rhun, hingga Pulau Ay.

Kehadiran kapal tersebut menjadi penting bagi masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan akibat jarak dan kondisi geografis.

Dari Pengobatan Gratis hingga Pendidikan

Misi KAST tidak berhenti pada pelayanan kesehatan.

Dalam berbagai perjalanan kemanusiaannya, kapal tersebut turut membawa bantuan pendidikan, sembako, perlengkapan sekolah, serta berbagai bentuk dukungan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dengan demikian, KAST dikembangkan bukan hanya sebagai klinik yang berpindah dari satu pulau ke pulau lain, tetapi sebagai sarana pelayanan sosial yang membawa berbagai bentuk bantuan secara langsung kepada masyarakat pesisir.

Membawa Semangat Kemanusiaan Lintas Pulau

Kegiatan KAST juga menyentuh aspek sosial dan keagamaan masyarakat di wilayah yang dikunjungi.

Salah satunya melalui penyaluran panel surya untuk masjid dan gereja di sejumlah pulau. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung kebutuhan masyarakat sekaligus memperluas manfaat program kemanusiaan tanpa membedakan latar belakang penerima.

Relawan juga turut membantu menghidupkan kembali Taman Pendidikan Al-Qur’an di Negeri Kulur, Saparua.

Program-program tersebut menunjukkan bahwa pelayanan kemanusiaan di wilayah kepulauan membutuhkan pendekatan yang lebih luas. Bukan hanya membawa obat dan tenaga medis, tetapi juga pendidikan, kebutuhan dasar, energi, serta pemberdayaan masyarakat.

Kapal Kecil dengan Misi yang Besar

Dengan dukungan Lazismu PP Muhammadiyah dan sejumlah lembaga filantropi, Klinik Apung Said Tuhuleley menjadi salah satu contoh bagaimana sarana transportasi laut dapat dimanfaatkan untuk menjembatani kesenjangan pelayanan di wilayah kepulauan.

Bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat kota dan fasilitas kesehatan, kehadiran kapal semacam KAST bukan sekadar perjalanan laut.

Ia menjadi simbol bahwa pelayanan kesehatan dan kemanusiaan dapat bergerak mendatangi masyarakat, bahkan ketika masyarakat berada di pulau-pulau yang sulit dijangkau.

Di tengah luasnya wilayah kepulauan Maluku, perjalanan KAST mengingatkan bahwa semangat kemanusiaan tidak seharusnya terhenti oleh jarak, laut, maupun keterbatasan akses.

Sumber: Materi yang diberikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *