Kisah Dramatis Kakek Prabowo: 7 Ton Emas BNI Diselamatkan dari Agresi Belanda, Dijual di Makau untuk Perjuangan Republik

0
1789953450612

JAKARTA — Di tengah situasi genting akibat Agresi Militer Belanda II pada Desember 1948, sebuah operasi penyelamatan aset negara tercatat dalam sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Tokoh di balik langkah tersebut adalah R.M. Margono Djojohadikoesoemo, pendiri sekaligus direktur pertama Bank Negara Indonesia (BNI), yang juga dikenal sebagai kakek Presiden Prabowo Subianto.

Dalam catatan sejarah yang dikutip berbagai sumber, sekitar tujuh ton emas dengan cap BNI berhasil dikeluarkan dari Yogyakarta menjelang Belanda melancarkan Agresi Militer II pada 19 Desember 1948.

BNI sendiri mencatat bahwa pada masa tersebut operasional perbankan menghadapi situasi yang sangat genting akibat agresi Belanda. Namun, aktivitas BNI tetap berusaha dipertahankan sebagai bagian dari perjuangan mempertahankan kedaulatan ekonomi Republik Indonesia.

Menurut catatan Kementerian Keuangan melalui Treasury, emas seberat tujuh ton tersebut dikeluarkan dari Yogyakarta melalui Lapangan Terbang Maguwo. Untuk menyamarkan pengangkutannya, emas dibawa menggunakan truk dan gerobak sapi serta ditutup dengan daun kelapa.

Emas tersebut kemudian berhasil sampai ke Filipina dan selanjutnya dijual di sebuah kasino di Makau. Dari hasil penjualan itu, Republik Indonesia memperoleh dana yang digunakan untuk mendukung perjuangan di luar negeri.

Catatan sejarah mengenai peristiwa tersebut juga muncul dalam sejumlah sumber yang mengutip buku dan kesaksian mengenai perjuangan Margono. Salah satu catatan menyebut bahwa pengangkutan tujuh ton emas dilakukan dengan persetujuan Wakil Presiden Mohammad Hatta dan Menteri Keuangan A.A. Maramis menjelang Agresi Militer Belanda II.

Dana dari hasil penjualan emas tersebut disebut digunakan untuk membiayai perjuangan Republik Indonesia di luar negeri, termasuk kegiatan perwakilan Indonesia dan perjuangan diplomatik di forum internasional.

Dengan demikian, emas tersebut bukan sekadar aset yang berhasil diselamatkan dari tangan Belanda. Aset tersebut kemudian menjadi salah satu sumber pembiayaan bagi perjuangan Republik ketika pemerintahan Indonesia berada dalam kondisi sangat sulit.

Sejumlah sumber juga menyebut dana hasil penjualan emas dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan, diplomasi, dan persediaan perjuangan menghadapi Belanda.

Kisah ini memperlihatkan bahwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada masa itu tidak hanya dilakukan melalui pertempuran bersenjata.

Perbankan, keuangan, logistik, komunikasi internasional, serta diplomasi juga menjadi bagian penting dari upaya mempertahankan keberadaan Republik Indonesia.

Margono Djojohadikoesoemo sendiri merupakan tokoh penting dalam sejarah berdirinya BNI. Bank tersebut didirikan pada 5 Juli 1946 dan pada masa awal kemerdekaan pernah menjalankan fungsi sebagai bank sentral sekaligus bank umum sebelum kemudian menjadi bank komersial.

Kisah tujuh ton emas tersebut juga menjadi bagian dari sejarah keluarga Djojohadikoesoemo yang kemudian melahirkan sejumlah tokoh nasional, termasuk Prabowo Subianto.

Namun, penting dicatat bahwa keberhasilan mempertahankan dan memperoleh pengakuan atas kemerdekaan Indonesia tidak dapat dikaitkan hanya dengan satu peristiwa atau satu tokoh. Perjuangan tersebut merupakan hasil rangkaian panjang perjuangan militer, politik, ekonomi, dan diplomasi.

Yang jelas, penyelamatan aset emas BNI pada masa Agresi Militer Belanda II menunjukkan betapa pentingnya sumber daya ekonomi bagi keberlangsungan perjuangan Republik Indonesia.

Di tengah ancaman pendudukan Belanda, aset negara yang berhasil diselamatkan justru dimanfaatkan untuk membiayai perjuangan Indonesia di luar negeri.

Peristiwa tersebut menjadi salah satu episode penting dalam sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan—sebuah kisah tentang bagaimana emas, perbankan, dan diplomasi ikut mengambil bagian dalam perjalanan panjang Indonesia menuju pengakuan kedaulatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *