Kementerian PU Salurkan 12.000 Liter Air Bersih untuk Korban Gempa di Sikka
Sikka — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur dengan memastikan kebutuhan dasar, khususnya air bersih, tetap terpenuhi. Pelayanan dan distribusi air bersih dilakukan di Desa Baopaat, Kecamatan Lela, serta Gelora Samador sebagai salah satu lokasi pengungsian terpusat di Kabupaten Sikka.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pemenuhan air bersih menjadi salah satu kebutuhan utama yang harus dipastikan ketersediaannya bagi masyarakat terdampak bencana, terutama mereka yang masih berada di lokasi pengungsian.
“Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat yang harus kita pastikan tersedia, terutama bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana dan masih berada di pengungsian. Kementerian PU akan terus mendukung pemenuhan kebutuhan tersebut sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan,” ujar Dody.
Dua Titik Distribusi Air Bersih
Kementerian PU mengirimkan satu mobil tangki air berkapasitas 6.000 liter ke Desa Baopaat untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi 48 kepala keluarga atau sebanyak 192 jiwa.
Sementara itu, satu mobil tangki lainnya dengan kapasitas 6.000 liter diberangkatkan ke Gelora Samador. Distribusi tersebut diperuntukkan bagi 358 kepala keluarga atau sekitar 1.305 jiwa yang berada di lokasi pengungsian.
Dengan demikian, total 12.000 liter air bersih disalurkan melalui dua titik untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa tanggap pascagempa.
Kementerian PU Perkuat Dukungan Pascagempa
Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya Kementerian PU membantu masyarakat selama masa tanggap pascagempa sekaligus mendukung percepatan pemulihan di wilayah terdampak.
Koordinasi dan pemantauan kebutuhan di lapangan terus dilakukan agar bantuan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi masyarakat serta kebutuhan di masing-masing lokasi.
Kementerian PU berkomitmen untuk terus hadir membantu masyarakat terdampak gempa di NTT dan mendukung pemenuhan kebutuhan dasar serta percepatan pemulihan di wilayah yang terdampak bencana.
