Keluarga Wili Mbuik Berduka, Soroti Sikap Kelompok Bersenjata Saat Berkomunikasi Usai Penembakan di Jayawijaya
WAMENA — Duka mendalam menyelimuti keluarga Wili Mbuik, pegawai Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten Jayawijaya yang menjadi korban penembakan di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Jenazah Wili diberangkatkan dari Wamena menuju Jayapura pada Kamis (10/9/2026) untuk selanjutnya dipulangkan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) dan diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Wili disebut mengalami luka tembak pada bagian pinggang kanan dalam insiden yang terjadi saat rombongan menjalankan tugas di wilayah Distrik Muliama.
Kepergian Wili meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang berada di NTT. Proses pemulangan jenazah dari Papua Pegunungan menjadi bagian dari perjalanan terakhir korban menuju kampung halamannya.
Dalam komunikasi melalui video call dengan keluarga korban, pihak keluarga menyampaikan sejumlah informasi mengenai kondisi setelah kejadian.
Keluarga mengungkapkan bahwa telepon seluler milik Wili disebut sempat diambil atau disita oleh kelompok bersenjata setelah insiden penembakan tersebut.
Dalam komunikasi tersebut, keluarga juga mengaku merasa terpukul setelah melihat sikap sejumlah orang yang mereka yakini sebagai anggota kelompok bersenjata. Menurut keterangan keluarga, terdapat gestur dan sikap yang dinilai tidak pantas ketika komunikasi berlangsung.
Keterangan tersebut menjadi salah satu hal yang disampaikan keluarga korban. Namun, identitas pihak yang berkomunikasi serta detail mengenai peristiwa tersebut masih perlu diklarifikasi dan diverifikasi oleh pihak berwenang.
Bagi keluarga, situasi tersebut semakin menambah kesedihan setelah kehilangan Wili dalam insiden kekerasan yang merenggut nyawanya.
Sementara itu, proses pemberangkatan jenazah Wili dari Bandara Wamena menuju Jayapura dilaporkan berlangsung aman dan lancar.
Peristiwa penembakan terhadap rombongan pegawai pemerintah di Jayawijaya sebelumnya mendapat perhatian karena menimbulkan korban jiwa. Aparat berwenang masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi lengkap, motif, serta pihak yang bertanggung jawab.
Penyelidikan menjadi penting untuk memastikan seluruh fakta terungkap berdasarkan bukti, termasuk mengenai dugaan keterlibatan kelompok bersenjata dalam insiden tersebut.
Bagi keluarga korban, harapan terbesar saat ini adalah agar proses hukum berjalan dan pihak yang bertanggung jawab atas hilangnya nyawa Wili dapat diidentifikasi serta diproses sesuai ketentuan hukum.
Kasus tersebut juga kembali menjadi pengingat bahwa keselamatan warga dan aparatur yang menjalankan tugas harus mendapatkan perlindungan, sementara setiap tindakan kekerasan terhadap manusia harus dipertanggungjawabkan secara hukum.
Sumber: informasi keluarga korban
#KKB #HAM #Jayawijaya #Wamena #PapuaPegunungan #WiliMbuik
