Kabut Asap Pekat Landa Kota Jambi, ISPU Tembus 313 dan Masuk Kategori Berbahaya
JAMBI — Kota Jambi kembali diselimuti kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Senin (24/8/2026). Kualitas udara memburuk secara signifikan, dengan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di sejumlah titik masuk kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya.
Berdasarkan pantauan ISPU Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), indeks kualitas udara di Provinsi Jambi pada Senin pagi mencapai angka 313. Angka tersebut menempatkan Jambi sebagai salah satu wilayah dengan kualitas udara terburuk di Indonesia dan masuk kategori berbahaya.
Asap Karhutla dan Kiriman dari Provinsi Tetangga
Kabut asap yang menyelimuti Kota Jambi dan sekitarnya diduga dipengaruhi oleh karhutla di wilayah Jambi serta asap kiriman dari provinsi tetangga.
Prakirawan BMKG Jambi M Randy Herdyansyah menjelaskan pola angin dari arah tenggara hingga selatan membawa asap dari Sumatera Selatan dan Lampung menuju wilayah Jambi.
“Kalau berdasarkan citra satelit, sebaran asap itu tidak murni dari Provinsi Jambi. Akan tetapi provinsi tetangga juga mendistribusi asap ke wilayah kita seperti di Sumsel dan Lampung,” ujarnya.
Kepala DLH Kota Jambi Mahruzar menyebutkan ISPU di Kota Jambi pada Minggu (23/8) pukul 12.00 WIB mencapai 101 atau kategori tidak sehat. Angka tersebut meningkat dibandingkan pemantauan sebelumnya yang berada di angka 89.
Pada Senin (24/8) pagi, ISPU di kawasan Paal Lima bahkan menembus angka 204 dengan parameter PM2.5 sebagai pencemar kritis. Kondisi tersebut masuk kategori sangat tidak sehat. Kota Jambi juga tercatat memiliki indeks kualitas udara (AQI) 187.
Pemerintah Siapkan Opsi Peliburan Sekolah
Memburuknya kualitas udara mendorong pemerintah daerah mengambil langkah cepat untuk melindungi masyarakat.
Wali Kota Jambi Maulana menyatakan Pemerintah Kota Jambi terus memonitor kondisi udara setiap jam. Pemerintah kota juga akan menggelar rapat koordinasi bersama Forkopimda untuk membahas langkah yang diperlukan, termasuk opsi peliburan sekolah.
“Untuk saat ini Pemerintah Kota Jambi selalu memonitor setiap jam kondisi udara di Kota Jambi,” ujar Maulana.
Di Kabupaten Muaro Jambi, Bupati Bambang Bayu Suseno turun langsung membagikan ribuan masker kepada masyarakat di sejumlah titik keramaian, termasuk Simpang Tugu Juang dan depan SMP Negeri 6 Muaro Jambi.
Personel TNI dan Polri turut dikerahkan untuk membantu pembagian masker kepada pengendara, pedagang, dan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.
“Kami melihat kabut asap sudah sangat pekat, tidak hanya di Kota Jambi tetapi juga di Kabupaten Muaro Jambi. Maka hari ini kita bergerak cepat membagikan masker agar masyarakat terlindungi dari dampak ISPA,” ujar Bambang Bayu Suseno.
Bupati Muaro Jambi juga menyiapkan skema peliburan sekolah menyusul kualitas udara di wilayahnya yang masuk kategori tidak sehat dengan parameter PM2.5 mencapai 168.
“Kita lihat perkembangan kualitas udaranya besok,” tegasnya.
Penanganan Karhutla Diperkuat
Pemerintah pusat memperluas operasi penanganan karhutla ke Pulau Sumatera dengan fokus pada Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan.
Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan, terdapat 2.894 hotspot di 10 provinsi Sumatera, dengan Jambi menyumbang 425 titik.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan penanganan dilakukan secara terpadu melalui pemadaman darat dan udara, pengerahan personel, patroli, hingga Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
“Penanganan dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya untuk memadamkan api, tetapi juga mencegah munculnya titik api baru serta melindungi masyarakat dari dampak kabut asap,” ujarnya.
Karhutla di Jambi sendiri masih terjadi. BPBD Provinsi Jambi mencatat total luas lahan yang terbakar sejak 1 Januari hingga 19 Agustus 2026 mencapai 658,29 hektare. Muaro Jambi menjadi daerah dengan luasan lahan terbakar terbesar, yakni 264,78 hektare.
Kondisi tersebut membuat pemantauan kualitas udara dan penanganan karhutla menjadi semakin penting, terutama untuk mengurangi paparan asap terhadap masyarakat serta mencegah meluasnya kebakaran.
