Jual Rumah dan Motor, Aiptu M. Zulkifli Efni Dirikan Pesantren Al Mulk hingga Cetak Penghafal Al-Qur’an

0
1788502654585

GOWA — Tidak semua pengabdian kepada masyarakat dilakukan melalui seragam dan tugas kedinasan. Bagi Aiptu M. Zulkifli Efni, anggota Polsek Bontoala, Polrestabes Makassar, pengabdian juga diwujudkan melalui sebuah cita-cita yang ia perjuangkan di luar tugasnya sebagai anggota kepolisian: mendirikan pesantren.

Impian tersebut perlahan diwujudkan melalui Pesantren Al Mulk di Desa Bontoala, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa. Untuk mendapatkan lahan sekitar satu hektare, Zulkifli rela menjual sepeda motor hingga rumah pribadinya.

Tabungan yang dikumpulkannya selama bertahun-tahun juga digunakan untuk melunasi pembelian lahan yang nilainya disebut mencapai sekitar Rp200 juta.

Berawal dari Impian pada 2019

Pesantren Al Mulk mulai dirintis Zulkifli sejak 2019. Jalan yang ditempuh untuk membangun lembaga pendidikan tersebut tidak mudah.

Setelah menjual kendaraan miliknya, Zulkifli harus menggunakan kendaraan yang jauh lebih tua untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk untuk berangkat bekerja sebagai anggota kepolisian.

Namun, keterbatasan tersebut tidak membuatnya mengurungkan niat.

Baginya, kendaraan dan kenyamanan pribadi masih dapat dicari kembali. Sebaliknya, kesempatan untuk menyediakan tempat bagi anak-anak belajar agama dan menghafal Al-Qur’an merupakan sesuatu yang jauh lebih berharga.

Dalam perjalanan tersebut, dukungan sang istri dan keluarga menjadi salah satu kekuatan penting. Doa serta dukungan orang-orang terdekat membuat Zulkifli mampu bertahan ketika pembangunan pesantren masih jauh dari kata sempurna.

Pengorbanan Mulai Berbuah

Waktu kemudian membuktikan bahwa pengorbanan tersebut tidak berhenti sebagai sebuah cita-cita.

Pesantren Al Mulk berkembang menjadi tempat pendidikan bagi para santri yang tidak hanya berasal dari wilayah sekitar, tetapi juga dari sejumlah daerah lain.

Santri dari luar Sulawesi Selatan disebut turut menempuh pendidikan di pesantren tersebut, di antaranya dari Sulawesi Tengah, Papua, hingga Morowali.

Salah satu capaian yang menjadi kebanggaan adalah adanya santri yang berhasil menyelesaikan pendidikan dan memperoleh kesempatan melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar di Mesir.

Capaian tersebut menjadi gambaran bahwa sebuah lembaga pendidikan yang dirintis dari pengorbanan pribadi dapat membuka jalan bagi generasi muda untuk mengejar pendidikan yang lebih tinggi.

Dari Harta Pribadi Menjadi Manfaat untuk Banyak Orang

Kisah Zulkifli bukan semata-mata tentang menjual rumah atau kendaraan. Lebih dari itu, kisah tersebut memperlihatkan bagaimana seseorang memilih mengubah sebagian harta pribadi menjadi fasilitas pendidikan yang manfaatnya dapat dirasakan banyak orang.

Ia mengorbankan sebagian kenyamanan hidupnya untuk membangun ruang belajar bagi anak-anak yang bahkan tidak memiliki hubungan darah dengannya.

Apa yang pada awalnya hanya berupa sebidang lahan kemudian berkembang menjadi tempat para santri belajar, menghafal Al-Qur’an, dan mempersiapkan masa depan.

Perjalanan Pesantren Al Mulk juga menunjukkan bahwa pembangunan pendidikan tidak selalu bermula dari sumber daya yang besar. Terkadang, sebuah lembaga lahir dari keberanian seseorang mengambil keputusan besar, kemudian dipertahankan dengan kesabaran, dukungan keluarga, dan kerja keras.

Bagi Zulkifli, pengorbanan yang dilakukan hari ini diharapkan menjadi kebaikan yang terus memberikan manfaat pada masa mendatang.

Dari rumah yang ia relakan dan kendaraan yang ia tinggalkan, tumbuh sebuah tempat yang menjadi rumah bagi para pencari ilmu.

Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa cita-cita yang besar tidak cukup hanya dengan keinginan. Ia membutuhkan keberanian untuk memulai, kesediaan untuk berkorban, serta keteguhan untuk bertahan ketika perjalanan tidak berjalan mudah.

Dan ketika sebuah pengorbanan mampu membuka jalan pendidikan bagi generasi berikutnya, nilai dari apa yang diberikan hari ini dapat jauh melampaui harga materi yang pernah dilepaskan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *