Jokowi Ingatkan Pemimpin soal Ucapan Kasar: Kekuasaan Tak Selamanya dan Adab Harus Dijaga

0
1788098814971

KEBUMEN — Sorotan Publik — Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo mengingatkan para pemimpin agar berhati-hati dalam memilih perkataan ketika berbicara kepada masyarakat. Ia menilai ucapan seorang pemimpin dapat menjadi contoh yang kemudian ditiru oleh orang-orang yang dipimpinnya.

Pesan tersebut disampaikan Jokowi saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Haul ke-8 Al-Maghfurlah KH Musyafa Ali di Pondok Pesantren Al-Falah, Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (29/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menyinggung pentingnya seorang pemimpin menjaga cara berkomunikasi, termasuk tidak menggunakan perkataan yang kasar ketika berhadapan dengan masyarakat.

Jokowi Ingatkan Pemimpin untuk Menjaga Perkataan

Menurut Jokowi, perkataan seorang pemimpin memiliki pengaruh yang besar karena dapat menjadi rujukan perilaku bagi masyarakat.

Karena itu, pemimpin dinilai perlu mempertimbangkan setiap ucapan yang disampaikan kepada publik. Bahasa yang digunakan tidak hanya berkaitan dengan etika komunikasi, tetapi juga dapat mencerminkan keteladanan seorang pemimpin.

Pesan tersebut disampaikan Jokowi dalam forum keagamaan yang juga menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya akhlak dan adab dalam kehidupan bermasyarakat.

Kekuasaan Tidak Berlangsung Selamanya

Selain persoalan komunikasi, Jokowi mengingatkan bahwa kekuasaan yang dimiliki seorang pemimpin tidak bersifat abadi.

Menurutnya, seorang pemimpin tidak semestinya merasa dirinya paling pintar atau paling mengetahui segala sesuatu. Kesadaran bahwa kekuasaan memiliki batas waktu dinilai penting agar pemimpin tetap rendah hati dan mau mendengarkan masyarakat.

Pesan tersebut menjadi refleksi mengenai pentingnya sikap rendah hati bagi siapa pun yang mendapatkan amanah untuk memimpin.

Adab Ketimuran Jangan Sampai Hilang

Jokowi juga menyoroti pentingnya mempertahankan nilai-nilai adab ketimuran yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia.

Sopan santun, tata krama, serta penghormatan kepada sesama dinilai tetap relevan di tengah perubahan zaman dan perkembangan komunikasi publik.

Menurut pandangan tersebut, perbedaan pendapat maupun penyampaian kritik tidak seharusnya menghilangkan etika dalam berbicara.

Pesan Jokowi tersebut kemudian menjadi perhatian karena disampaikan di tengah dinamika kehidupan politik dan sosial Indonesia yang semakin terbuka.

Namun, dalam penyampaiannya, Jokowi tidak secara spesifik menyebut nama pemimpin tertentu sebagai pihak yang menjadi sasaran pernyataannya.

Video kegiatan tersebut dipublikasikan melalui kanal YouTube PP. Al-Falah Sumberadi. Materi video yang menjadi sumber pemberitaan ini dikreditkan kepada Surya Pratama sebagai creator dan Saffa Marwah untuk editing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *