Jokowi Diam-Diam Kembali ke Lokasi Karhutla 2015, Temukan Fakta Mengejutkan: Petugas Pergi, Api Masih Menyala
JAKARTA — Kisah Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat meninjau kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan pada 2015 kembali menarik perhatian.
Saat itu, Jokowi disebut tidak hanya mengandalkan laporan dari pejabat maupun petugas di lapangan. Presiden juga melakukan pengecekan langsung untuk melihat kondisi sebenarnya di lokasi kebakaran.
Ketika pertama kali tiba, suasana lokasi terlihat sibuk. Sejumlah pejabat daerah dan petugas tampak berada di lapangan untuk menangani kebakaran.
Jokowi kemudian meninggalkan lokasi.
Namun, cerita justru menjadi menarik setelah itu.
Jokowi Disebut Kembali Secara Diam-Diam
Sekitar satu jam kemudian, Jokowi disebut kembali ke lokasi menggunakan kendaraan berbeda tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Pemandangan yang ditemukannya ternyata berubah drastis.
Lokasi yang sebelumnya dipenuhi pejabat dan petugas sudah jauh lebih sepi. Aktivitas penanganan yang sebelumnya terlihat ramai tidak lagi tampak, sementara api masih dilaporkan menyala.
Kisah tersebut kemudian menjadi gambaran mengenai pentingnya pengecekan langsung ke lapangan. Kondisi yang terlihat ketika pejabat datang belum tentu menggambarkan situasi sebenarnya setelah rombongan meninggalkan lokasi.
Persoalan Anggaran Ikut Disorot
Dalam cerita yang dikaitkan dengan pemberitaan CNN, Jokowi kemudian meminta penjelasan kepada pejabat daerah mengenai alasan kebakaran tidak ditangani secara maksimal.
Salah satu jawaban yang disebut diterima Jokowi berkaitan dengan persoalan anggaran. Penanganan karhutla disebut tidak memiliki anggaran khusus yang memadai.
Persoalan tersebut menjadi perhatian karena karhutla bukan kejadian yang sepenuhnya tidak terduga. Kebakaran hutan dan lahan berulang hampir setiap tahun, terutama ketika musim kemarau berlangsung panjang.
Instruksi Penanganan Karhutla
Kisah tersebut kemudian dikaitkan dengan instruksi Jokowi agar pemerintah daerah menyiapkan anggaran khusus untuk penanganan karhutla.
Pesannya tegas: kebakaran hutan dan lahan tidak boleh dibiarkan begitu saja dan baru ditangani setelah kondisinya membesar.
Karhutla 2015 sendiri menjadi salah satu episode serius dalam sejarah kebakaran hutan Indonesia. Kabut asap berdampak terhadap masyarakat dan aktivitas ekonomi, bahkan menimbulkan persoalan lintas negara.
Kisah kunjungan Jokowi tersebut kembali menjadi pengingat bahwa penanganan bencana tidak cukup hanya terlihat sibuk ketika pejabat berada di lokasi.
Yang lebih penting adalah memastikan upaya pemadaman dan pencegahan tetap berjalan setelah rombongan pejabat meninggalkan lapangan.
