Indonesia Perkuat Kerja Sama Investasi Internasional, Jepang hingga China Tunjukkan Kepercayaan Tinggi
JAKARTA – Pemerintah Indonesia terus memperkuat kerja sama internasional di bidang investasi sebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, meningkatkan daya saing industri, serta menarik investasi berkualitas dari berbagai negara mitra. Di tengah dinamika geopolitik dan perlambatan ekonomi global, kepercayaan investor asing terhadap Indonesia tetap terjaga, tercermin dari berbagai kesepakatan strategis yang terus berkembang.
Penguatan kerja sama internasional dilakukan melalui berbagai mekanisme, mulai dari negosiasi, ratifikasi perjanjian ekonomi, hingga implementasi proyek investasi lintas negara. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan iklim usaha yang semakin kondusif, memberikan kepastian hukum, serta memperluas peluang investasi di sektor-sektor strategis nasional.
Salah satu pencapaian terbesar terjadi dalam Forum Bisnis Indonesia–Jepang yang berlangsung di Tokyo pada Maret 2026. Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyaksikan penandatanganan 10 nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama antara pelaku usaha Indonesia dan Jepang dengan total nilai investasi mencapai 23,63 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp401,71 triliun.
Menteri Investasi Rosan Roeslani menegaskan bahwa tingginya nilai komitmen tersebut menjadi bukti kuat bahwa Jepang masih menempatkan Indonesia sebagai salah satu tujuan investasi utama di kawasan Asia. Menurutnya, hubungan ekonomi kedua negara terus berkembang melalui proyek-proyek yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Kerja sama Indonesia dan Jepang mencakup berbagai sektor strategis, di antaranya pengembangan Lapangan Gas Abadi Blok Masela melalui kolaborasi Pertamina dan INPEX, pembangunan ekosistem industri semikonduktor, pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi Rajabasa, hingga investasi di sektor kesehatan dan biofarmasi.
Salah satu investasi penting datang dari perusahaan biofarmasi Jepang Takeda yang menggelontorkan dana sekitar 30 juta dolar AS atau setara Rp539 miliar untuk membangun jaringan bank plasma di Indonesia. Fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2027 dan diharapkan memperkuat ketahanan industri kesehatan nasional.
Di kawasan Eropa, Indonesia juga memperkuat hubungan ekonomi dengan Jerman melalui percepatan ratifikasi Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan ratifikasi perjanjian tersebut karena diyakini akan membuka peluang perdagangan dan investasi yang lebih luas antara Indonesia dan negara-negara Uni Eropa.
Pemerintah Indonesia menargetkan proses ratifikasi IEU-CEPA dapat diselesaikan pada semester kedua tahun 2026 sehingga implementasi awal dapat dimulai pada tahun 2027. Perjanjian ini diproyeksikan mampu meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar Eropa sekaligus membuka peluang investasi baru bagi berbagai sektor industri.
Kerja sama internasional juga diperluas ke sektor peternakan melalui investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dari Denmark. Kabupaten Minahasa Utara bekerja sama dengan PT Sulawesi Optima Wirakarya dan perusahaan genetika ternak DanBred menghadirkan 546 ekor bibit babi unggul dengan nilai investasi sekitar Rp20 miliar untuk mendukung pengembangan peternakan modern di Sulawesi Utara.
Sementara itu, hubungan ekonomi dengan China semakin diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Qavah Group dan Xinhua News Agency. Kesepakatan tersebut bertujuan memfasilitasi ekspansi investor China ke Indonesia sekaligus memperkuat arus investasi asing langsung pada berbagai sektor prioritas nasional.
Pemerintah menilai masuknya investasi dari berbagai negara tersebut tidak hanya memberikan tambahan modal pembangunan, tetapi juga mendorong transfer teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penciptaan lapangan kerja, serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.
Ke depan, pemerintah optimistis kerja sama investasi internasional akan terus berkembang seiring meningkatnya stabilitas ekonomi nasional, reformasi birokrasi, serta berbagai kebijakan yang memberikan kepastian bagi dunia usaha. Melalui kolaborasi strategis dengan berbagai negara mitra, Indonesia menargetkan terciptanya pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu mempercepat terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.
