Houthi Bantah Rencana Kenakan Tarif Transit di Selat Bab al-Mandab, Klaim Layanan Tetap Gratis

0
IMG-20260803-WA0052

Kelompok Houthi di Yaman pada Sabtu (1/8) membantah laporan yang menyebut pihaknya berencana mengenakan tarif kepada kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Bab al-Mandab.

Kelompok tersebut menyatakan bahwa pelayaran melalui jalur perairan strategis itu tetap tidak dipungut biaya. Pernyataan ini disampaikan untuk menepis kekhawatiran mengenai kemungkinan munculnya pungutan baru yang dapat menambah beban bagi industri pelayaran dan perdagangan global.

Dalam pernyataan pers, Pusat Koordinasi Operasi Kemanusiaan atau Humanitarian Operations Coordination Center (HOCC) yang dikelola Houthi menyatakan tidak ada keputusan yang telah diambil maupun sedang dipertimbangkan untuk memberlakukan tarif transit di Selat Bab al-Mandab.

HOCC juga menyebut layanan yang mereka namai “Safe Passage” atau “Jalur Aman” diberikan secara sukarela dan tanpa biaya.

Layanan Safe Passage Diklaim Gratis

Menurut HOCC, layanan Safe Passage memungkinkan kapal yang tidak termasuk dalam daftar sasaran embargo maritim Houthi memperoleh konfirmasi terlebih dahulu sebelum melintasi kawasan perairan strategis.

Layanan tersebut disebut mencakup rute pelayaran di Laut Merah, Selat Bab al-Mandab, Teluk Aden, hingga Laut Arab. Perusahaan pelayaran yang menginginkan konfirmasi tersebut dapat melakukan pendaftaran kepada pusat koordinasi yang dikelola Houthi.

Namun, HOCC menegaskan kapal yang tidak menjadi sasaran embargo tetap dapat melintas tanpa melakukan pendaftaran. Pernyataan itu diharapkan dapat meredakan kekhawatiran operator pelayaran terkait kemungkinan adanya pungutan tambahan untuk melewati jalur tersebut.

HOCC juga memperingatkan perusahaan pelayaran agar tidak menyerahkan uang maupun informasi kepada individu atau entitas yang tidak berwenang dan mengatasnamakan pusat tersebut.

“Setiap individu atau entitas yang meminta pembayaran uang sebagai imbalan atas pelayaran melalui Selat Bab al-Mandab tidak mewakili pusat ini,” demikian pernyataan HOCC.

Ketegangan Maritim di Laut Merah

Pernyataan mengenai tidak adanya tarif transit tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian terhadap keamanan maritim di kawasan Laut Merah dan sekitarnya.

Sebelumnya, Houthi mengumumkan kebijakan yang menyasar kapal-kapal yang mereka kaitkan dengan Arab Saudi. Kelompok tersebut menyatakan kebijakan itu merupakan respons terhadap apa yang mereka sebut sebagai blokade Arab Saudi terhadap wilayah-wilayah di Yaman yang berada di bawah kendali mereka.

Situasi tersebut menambah ketidakpastian bagi perusahaan pelayaran internasional yang menggunakan jalur Laut Merah sebagai bagian dari rute perdagangan antara Asia, Timur Tengah, dan Eropa.

Bab al-Mandab Jadi Jalur Strategis Perdagangan Global

Selat Bab al-Mandab merupakan salah satu jalur pelayaran strategis dunia. Selat tersebut menghubungkan Teluk Aden dengan bagian selatan Laut Merah dan menjadi salah satu akses penting bagi kapal yang menuju atau meninggalkan Terusan Suez.

Gangguan terhadap aktivitas pelayaran di kawasan ini berpotensi meningkatkan biaya pengiriman, memperpanjang waktu tempuh kapal, serta memengaruhi rantai pasok global dan harga energi.

Karena itu, perkembangan situasi keamanan di sekitar Selat Bab al-Mandab terus menjadi perhatian komunitas pelayaran internasional.

Meski Houthi membantah adanya rencana pemberlakuan tarif transit, ketidakpastian keamanan di kawasan tersebut masih menjadi tantangan bagi industri pelayaran global. Kondisi itu berlangsung di tengah konflik berkepanjangan di Yaman dan ketegangan geopolitik yang masih terjadi di kawasan Laut Merah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *