Grace Natalie: PSI Masih Partai Kecil, Perjuangan Menuju Parlemen Masih Panjang
JAKARTA — Sekretaris Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie menyebut PSI masih merupakan partai kecil yang tengah berjuang memperkuat posisi politiknya di Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Grace menyusul pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang sebelumnya menyebut PSI mulai diperhitungkan dan terdapat pihak yang merasa khawatir terhadap perkembangan partai tersebut.
Grace menilai posisi PSI saat ini belum dapat dilepaskan dari perjalanan partai tersebut dalam mengikuti pemilihan umum. Sejak mengikuti Pemilu Legislatif, PSI disebut belum berhasil melewati ambang batas parlemen sehingga belum memperoleh kursi melalui mekanisme parliamentary threshold di DPR RI.
Menurut Grace, kondisi tersebut menunjukkan bahwa perjalanan PSI untuk dapat masuk ke parlemen masih membutuhkan perjuangan yang panjang.
Ia juga menanggapi wacana kenaikan parliamentary threshold menjadi 5 persen untuk Pemilu 2029. Grace menyatakan PSI akan mengikuti ketentuan yang nantinya ditetapkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Namun, PSI sejak awal disebut lebih memilih konsep fraksi threshold sebagai alternatif. Gagasan tersebut pada dasarnya berkaitan dengan upaya agar suara pemilih dari partai yang tidak memenuhi ambang batas tertentu tetap dapat memiliki konsekuensi representasi di parlemen melalui mekanisme yang diatur.
Polemik mengenai parliamentary threshold sendiri merupakan bagian dari pembahasan yang lebih luas mengenai sistem pemilu, representasi politik, dan keterwakilan suara masyarakat di parlemen.
Di satu sisi, ambang batas parlemen digunakan sebagai salah satu mekanisme dalam sistem pemilu untuk mengatur partai politik yang dapat memperoleh kursi DPR. Di sisi lain, perdebatan mengenai ambang batas juga berkaitan dengan persoalan suara pemilih yang tidak terkonversi menjadi kursi.
Bagi PSI, pembahasan tersebut menjadi bagian dari tantangan politik menuju Pemilu 2029. Partai tersebut perlu mempersiapkan diri menghadapi ketentuan pemilu yang berlaku sekaligus memperkuat dukungan masyarakat.
Pernyataan Grace juga menunjukkan posisi PSI yang memilih menggambarkan dirinya sebagai partai yang masih berada dalam proses membangun kekuatan politik, bukan sebagai partai yang telah memiliki posisi dominan di parlemen.
Sementara itu, pernyataan mengenai PSI yang mulai diperhitungkan merupakan pandangan politik yang sebelumnya disampaikan Joko Widodo. Pernyataan tersebut perlu ditempatkan dalam konteks perkembangan politik PSI dan dinamika menuju Pemilu 2029.
Dengan demikian, perdebatan mengenai PSI, parliamentary threshold, dan keterwakilan suara akan menjadi bagian dari dinamika politik Indonesia menjelang Pemilu 2029.
