Dokter Mata di Blitar Gratiskan Perawatan Pasien Kurang Mampu yang Tak Punya BPJS

0
1787395325560

Dokter Mata di Blitar Gratiskan Perawatan Pasien Kurang Mampu yang Tak Punya BPJS

BLITAR, JAWA TIMUR — Kisah inspiratif datang dari Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Seorang dokter spesialis mata, dr. Bramantya Surya Pratama, menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu dengan memberikan bantuan biaya perawatan bagi pasien yang membutuhkan.

Bramantya, yang disebut sebagai pemilik RS Ananda Srengat Blitar, mengatakan kepedulian tersebut berangkat dari pengalaman ketika menangani pasien. Ia kerap menemukan masyarakat yang sebenarnya membutuhkan layanan kesehatan, tetapi memilih menunda berobat karena khawatir tidak mampu membayar biaya pengobatan.

Kondisi tersebut mendorongnya untuk membuka akses bantuan bagi pasien kurang mampu, terutama mereka yang belum memiliki BPJS Kesehatan.

“Kalau mereka datang ke sini dalam kondisi tidak mampu dan tidak punya kartu BPJS, pasti akan kami bantu,” jelas Bramantya.

Tidak Ingin Pasien Takut Berobat

Bramantya berharap masyarakat dengan kondisi ekonomi terbatas tidak perlu takut datang untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan ketika mengalami gangguan kesehatan mata.

Menurutnya, persoalan biaya jangan sampai membuat seseorang mengabaikan kondisi kesehatan yang membutuhkan penanganan.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk tidak membeda-bedakan pasien berdasarkan kondisi ekonomi maupun status kepesertaan BPJS.

Pasien umum, pasien BPJS, masyarakat yang mampu maupun mereka yang kurang mampu tetap mendapatkan perhatian dan pelayanan.

Kepedulian untuk Membuka Akses Kesehatan

Langkah tersebut menjadi contoh bagaimana tenaga medis dapat mengambil peran lebih luas dalam membantu masyarakat yang menghadapi keterbatasan ekonomi.

Bagi sebagian masyarakat, biaya pengobatan masih menjadi salah satu pertimbangan ketika hendak mencari layanan kesehatan. Karena itu, bantuan bagi pasien yang benar-benar membutuhkan dapat menjadi jalan agar mereka tidak menunda pemeriksaan.

Kisah Bramantya juga menjadi pengingat bahwa profesi dokter bukan hanya tentang keahlian medis, tetapi juga tentang kepedulian terhadap pasien dan kemanusiaan.

Ketika akses kesehatan terbuka bagi semua kalangan, masyarakat yang membutuhkan memiliki kesempatan lebih besar untuk mendapatkan pertolongan tanpa terlebih dahulu dihantui kekhawatiran mengenai biaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *